Dampak Pembatasan Media Sosial Penjualan "Online" Anjlok

Kompas.com - 25/05/2019, 11:26 WIB
Ilustrasi media sosialTHINKSTOCKS/IPOPBA Ilustrasi media sosial

PALOPO, KOMPAS.com - Pembatasan media sosial (medsos) seperti pada aplikasi pesan instan WhatsApp oleh pemerintah berdampak pada penjualan online di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Sejumlah pedagang online mengaku merugi akibat pembatasan media sosial oleh pemerintah.

Pedagang yang biasa berjualan menggunakan media sosial Facebook dan aplikasi WhatsApp harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Baca juga: Medsos Dibatasi, Pedagang Online Mengeluh Omset Turun

Padahal, sebelum ada pembatasan medsos, barang dagangan mereka habis terjual dalam waktu tiga hari.

Pasca-pembatasan medsos penjualan hanya bisa dilakukan dengan sistem offline.

Riska Baranti, pedagang kosmetik yang memasarkan dagangannya lewat media sosial Facebook dan Instagram serta aplikasi WhatsApp di Kota Palopo mengaku, merugi hingga Rp 20 juta.

Barang kosmetik yang biasa dijualnya tidak laku terjual, sejumlah pelanggan di daeah seperti Papua, Kalimantan dan Sumatera sudah tidak pernah memesan barang.

“Ini sangat berdampak pada bisnis saya, karena saya kan jualannya lewat medsos dan aplikasi pesan WhatsApp, karena jangkauan kami cukup luas se-Indonesia, jadi kalau hanya mengandalkan promosi offline itu tidak seberapa hasilnya,” kata Riska, saat dihubungi Sabtu (25/5/2019).

Ia berharap, pembatasan medsos oleh pemerintah bisa segera berakhir agar penjualan online bisa lancar kembali.

“Kami berharap agar dipercepat pemulihannya agar kami bisa jualan kembali via medsos karena jujur saja ini merugikan kami, lihat saja barang-barang kami tinggal begitu saja, padahal sebelum ada pembatasan barang kami begitu tiba cukup tiga hari saja sudah habis semua,” ujar dia.

Baca juga: Pembatasan Media Sosial, Fadli Zon Sebut Pemerintah Terlalu Intervensi Masyarakat

Menteri Komunikasi dan Informatik Rudiantara mengatakan, beberapa fungsi media sosial dan pesan instan di Indonesia memang sengaja dibatasi, dengan tujuan meredam arus kabar bohong yang beredar.

Efeknya, antara lain, pengiriman gambar jadi sulit atau tidak bisa dilakukan. Sementara, download video menjadi lambat.

Rudiantara meminta masyarakat untuk mengacu pada media mainstream sebagai andalan sumber informasi, bukan media sosial yang kebenarannya diragukan.



Terkini Lainnya

Pasca-gempa Lombok, Pelaku Wisata Pendakian Gunung Rinjani Mulai Berbenah

Pasca-gempa Lombok, Pelaku Wisata Pendakian Gunung Rinjani Mulai Berbenah

Regional
Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 12 Orang Tewas

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, 12 Orang Tewas

Regional
Petani Ini Tanam Ganja di Ladangnya Untuk Obati Diabetes

Petani Ini Tanam Ganja di Ladangnya Untuk Obati Diabetes

Regional
8 Fakta Setya Novanto Lolos dari Pengawalan, Kepergok Pelesir Bersama Istri hingga Diingatkan Tidak Aneh-Aneh

8 Fakta Setya Novanto Lolos dari Pengawalan, Kepergok Pelesir Bersama Istri hingga Diingatkan Tidak Aneh-Aneh

Regional
Antar Pacar Pulang, Pria Ini Dipanah Orang Tak Dikenal

Antar Pacar Pulang, Pria Ini Dipanah Orang Tak Dikenal

Regional
Lelaki Ini Mengaku 19 Tahun Jalan Kaki dari Aceh hingga Papua

Lelaki Ini Mengaku 19 Tahun Jalan Kaki dari Aceh hingga Papua

Regional
KM Nusa Kenari yang Tenggelam Milik Pemda Alor dan Dikelola Kelompok Nelayan

KM Nusa Kenari yang Tenggelam Milik Pemda Alor dan Dikelola Kelompok Nelayan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Identitas Perempuan yang Pelesiran Bersama Setnov | Rutan di Lhoksukon Rusuh

[POPULER NUSANTARA] Identitas Perempuan yang Pelesiran Bersama Setnov | Rutan di Lhoksukon Rusuh

Regional
Sebelum Tenggelam, KM Nusa Kenari Sempat Mati Mesin

Sebelum Tenggelam, KM Nusa Kenari Sempat Mati Mesin

Regional
Razia di Timika, 7 Warga Ditangkap karena Bawa Alat Perang Tradisional

Razia di Timika, 7 Warga Ditangkap karena Bawa Alat Perang Tradisional

Regional
Mengenal Aplikasi Rapel, Solusi Milenial Mengelola dan Membuang Sampah

Mengenal Aplikasi Rapel, Solusi Milenial Mengelola dan Membuang Sampah

Regional
Melirik Pantai Pukan, Hasil Gotong Royong Warga dengan Biaya Masuk Sukarela

Melirik Pantai Pukan, Hasil Gotong Royong Warga dengan Biaya Masuk Sukarela

Regional
Identitas 5 Penumpang Kapal KM Nusa Kenari yang Hilang Tak Diketahui

Identitas 5 Penumpang Kapal KM Nusa Kenari yang Hilang Tak Diketahui

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Sumba Timur, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Sumba Timur, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Diduga Terpeleset, Dua Balita Tewas Tenggelam di Sungai Setu

Diduga Terpeleset, Dua Balita Tewas Tenggelam di Sungai Setu

Regional

Close Ads X