Cerita Bupati Keracunan Makanan Bersama Puluhan Warga Saat Buka Puasa Bareng

Kompas.com - 25/05/2019, 08:00 WIB
Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat (kanan) didampingi istri dan Ketua DPRD Kapuas Algrin Gasan meninjau para korban keracunan di RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas, Jumat (24/5/2019). ANTARA/Ali IkhwanBupati Kapuas Ben Brahim S Bahat (kanan) didampingi istri dan Ketua DPRD Kapuas Algrin Gasan meninjau para korban keracunan di RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas, Jumat (24/5/2019).

KUALA KAPUAS, KOMPAS.com - Puluhan warga keracunan makanan setelah mengikuti acara buka puasa bersama di Masjid Nurul Istiqamah Handel Simpang Ayai, Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (23/5/2019) malam.

"Saat ini baru tercatat 82 orang yang dirujuk ke RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas, untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif," kata Dirut RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo dr Agus Waluyo di Kuala Kapuas, Jumat.

"Korban keracunan makanan itu sementara ini terdiri dari 18 anak-anak dan 64 orang dewasa," tambahnya.

Baca juga: Kesaksian Pedagang Mi Ayam Saat Tolong Istri Ketua KPU Cianjur yang Disekap

Agus mengatakan, tidak menutup kemungkinan, jumlah korban bisa bertambah hingga ratusan. Tim Dinas Kesehatan juga sudah terjun ke lapangan.

Sementara itu, Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat mengatakan, perawatan pasien Kejadian Luar Biasa (KLB) ini akan ditanggung oleh pemerintah daerah setempat.

"Pokoknya semua biaya rumah sakit ditanggung oleh pemerintah daerah, termasuk yang menunggu di rumah sakit untuk berbuka puasa atau yang tidak berpuasa. Dan ini akan kami siapkan makanan mulai hari ini," ujar Ben saat menjenguk dan melihat langsung kondisi korban di RSUD Kapuas.

Baca juga: Mimpi Bripka Herman, Si Polisi Viral Aksi 22 Mei, Akhirnya Terwujud

Dia menambahkan, dalam kejadian ini, dirinya bersama Dandim 1011/Kuala Kapuas, serta jajaran lainnya juga turut serta mengalami keracunan massal pada saat itu.

"Saya dengar Pak Dandim juga kena. Tadi malam safari Ramadhan kita ke sana dan saya sempat buang air besar (BAB) sudah tiga kali usai kegiatan safari Ramadhan, karena pada saat itu saya ada ikut makan, tetapi masih bisa saya tahan dan agak kuat sedikitlah," ungkap Ben.

Ben mendoakan agar semuanya cepat pulih dan sehat serta bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran rumah sakit yang sigap menangani kejadian ini.

"Begitu juga SKPD terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan yang lainnya dalam bergotong royong untuk menangani ini," ucapnya.

Baca juga: KPAI Temukan Kejanggalan Sekolah Terkait Ketidaklulusan Aldi

Sementara itu, Kapolsek Pulau Petak Iptu Daswin, yang saat itu berada di rumah sakit mengaku juga menjadi korban keracunan karena turut serta menghadiri acara Safari Ramadhan buka puasa bersama warga setempat saat itu.

"Saya juga kena, dan saya tidak bisa memberikan keterangan dan saya mau minta pengobatan juga ke rumah sakit ini, langsung saja dengan pak Kapolres," ucap Daswin.

Sementara itu, dari Jumat pagi hingga berita ini diturunkan puluhan ambulan yang mengevakuasi korban ke RSUD setempat berdatangan terus menerus membawa para korban keracunan massal.

Sejumlah tenda dari Dinas Sosial didirikan di luar ruangan maupun di luar rumah sakit karena ruangan rumah sakit tidak dapat menampung banyaknya pasien yang berdatangan untuk mendapatkan perawatan medis.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X