Pemudik Lewat Cianjur, Ini Jalur Alternatif yang Bisa Dilalui

Kompas.com - 25/05/2019, 00:37 WIB
Kondisi ruas jalan Salaeurih, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (24/05/2019) petang. Ruas jalan ini akan dijadikan jalur alternatif pada arus mudik lebaran tahun ini di jalur lintas selatan CianjurKOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Kondisi ruas jalan Salaeurih, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (24/05/2019) petang. Ruas jalan ini akan dijadikan jalur alternatif pada arus mudik lebaran tahun ini di jalur lintas selatan Cianjur

CIANJUR, KOMPAS.com – Jalur lintas selatan Cianjur, Jawa Barat, diprediksi akan ikut terimbas sistem one way di ruas tol Trans Jawa pada arus mudik lebaran tahun ini.

Rencana satu arah tersebut nantinya diberlakukan untuk arus mudik mulai dari tol Cikarang Utama hingga Brebes Barat atau sampai dengan kilometer 262.

Imbasnya, kendaraan dari arah Jawa Tengah atau Bandung yang hendak menuju Jakarta yang biasanya masuk tol dipastikan melintas ke Cianjur.

Oleh karena itu, jajaran Polres Cianjur bersama Dinas Perhubungan setempat dan instansi terkait lainnya akan melakukan langkah-langkah strategis dalam menghadapi situasi tersebut, salah satunya dengan menyiapkan sejumlah jalur alternatif.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah menyebutkan, salah satu ruas jalan yang bisa dijadikan jalur alternatif untuk pemudik lebaran tahun ini adalah ruas jalan penghubung Salajambe Sukaluyu dengan kota.

Baca juga: Jalur Alternatif Roda Dua di Karawang Mulai Diperbaiki untuk Mudik Lebaran

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 10 kilometer itu akan dioptimalkan untuk mengurangi volume kendaraan di jalur arteri atau di ruas jalan raya Bandung.

“Jika kondisi di jalan utama padat, dari simpang Tungturunan pengendara nantinya akan diarahkan untuk masuk ke jalur Salajambe-Cimuti-Kandangsapi dan Cikidang. Selanjutnya bisa bisa memilih ke arah Sukabumi atau puncak,” terang Soliyah kepada Kompas.com di Mapolres Cianjur, belum lama ini.

Namun jalur alternatif tersebut, kata Soliyah, hanya layak dilalui sepeda motor dan kendaraan kecil seperti mobil pribadi.

“Tapi secara prinsip jalur tersebut bisa digunakan (jalur alternatif mudik), namun harus ada beberapa perbaikan, termasuk pemasangan rambu dan penunjuk arah serta penerangan jalan,” ujarnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Joni menyebutkan, pihaknya akan meningkatkan fasilitas di sepanjang ruas jalan alternatif tersebut.

"Kita sedang garap penerangan jalannya, kita sudah pasang di enam titik yang nyantol ke tiang listrik. Rambu-rambu juga ada beberapa yang sudah dipasang. Sedangkan untuk petunjuk arah akan kita pasang nanti karena itu portabel," sebut Joni saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/05/2019).

Selain itu, pihaknya berharap aktivitas pabrik yang berada di ruas jalan arteri sudah libur sejak H-3 lebaran agar tidak menambah beban volume kendaraan.

“Di sepanjang jalan raya Bandung itu kan ada sekitar tiga pabrik besar dan beberapa pabrik lainnya. Mudah-mudahan saja sudah banyak yang libur agar kendaraan tidak terlalu banyak di sana. Karena di Cianjur ini sebenarnya sangat minim jalur alternatif (untuk arus mudik), sehingga masih tetap mengandalkan jalur arteri itu,” ungkapnya.

Baca juga: Polisi Sebut Jalur Alternatif Bandung-Tasikmalaya Aman Dilalui Pemudik

Sementara itu, kendati tidak ada arahan spesifik terhadap pemudik yang datang dari Jakarta terkait jalur alternatif tersebut, namun mereka bisa menggunakan jalur alternatif jika ruas jalan raya Bandung sebagai jalur arteri di wilayah Cianjur mengalami kemacetan parah.

Untuk mengaksesnya, pemudik yang datang dari arah puncak Cipanas atau Bypass bisa belok kanan di simpang Dishub, lalu masuk ke ruas Jalan Arif Rahman Hakim untuk menuju Cikidang.

Tepat di pertigaan Pasar Beas Cikidang, pemudik belok kiri menuju jalan Salaeurih untuk kemudian mengikuti jalur tersebut hingga keluar di simpang Tungturunan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

9 PSK di Mojokerto Terjaring Razia, Salah Satunya Hamil 7 Bulan

9 PSK di Mojokerto Terjaring Razia, Salah Satunya Hamil 7 Bulan

Regional
Tanggapan Ridwan Kamil atas Pelecehan Remaja Penyandang Disabilitas oleh Oknum ASN Jabar

Tanggapan Ridwan Kamil atas Pelecehan Remaja Penyandang Disabilitas oleh Oknum ASN Jabar

Regional
Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Perairan Pulau Buru Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Perairan Pulau Buru Belum Ditemukan

Regional
 Jalur Dibuka, Pendaki Gunung Rinjani Didominasi Turis Asing

Jalur Dibuka, Pendaki Gunung Rinjani Didominasi Turis Asing

Regional
Oknum ASN di Jabar Lecehkan Remaja Wanita Penyandang Disabilitas

Oknum ASN di Jabar Lecehkan Remaja Wanita Penyandang Disabilitas

Regional
Gubernur NTT Optimistis Miras Sophia Bisa Bersaing dengan Miras Kelas Atas

Gubernur NTT Optimistis Miras Sophia Bisa Bersaing dengan Miras Kelas Atas

Regional
Hamili Anak Kandung hingga Melahirkan, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Hamili Anak Kandung hingga Melahirkan, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Regional
Ma'ruf Amin: Kemenangan 01 Masih Digantung

Ma'ruf Amin: Kemenangan 01 Masih Digantung

Regional
Nelayan yang Hilang Diseret Buaya Ditemukan Tewas Tanpa Tangan dan Kaki

Nelayan yang Hilang Diseret Buaya Ditemukan Tewas Tanpa Tangan dan Kaki

Regional
Diduga Korupsi Dana Dinkes, Mantan Plt Dirut RSUD Diperiksa Kejaksaan Parepare

Diduga Korupsi Dana Dinkes, Mantan Plt Dirut RSUD Diperiksa Kejaksaan Parepare

Regional
Sri Sultan: Kalau Turun dari Airport Diterima Tol, Yogyakarta Dapat Apa?

Sri Sultan: Kalau Turun dari Airport Diterima Tol, Yogyakarta Dapat Apa?

Regional
Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Ambruknya Jembatan Penghubung Sumsel-Lampung

Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Ambruknya Jembatan Penghubung Sumsel-Lampung

Regional
Diprotes Wali Murid, PPDB SMA 2019 Ditutup Sementara di Jatim

Diprotes Wali Murid, PPDB SMA 2019 Ditutup Sementara di Jatim

Regional
Seorang Warga Hilang di Sungai Saat Merakit Kayu, Diduga Diserang Buaya

Seorang Warga Hilang di Sungai Saat Merakit Kayu, Diduga Diserang Buaya

Regional
6 Fakta Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan, Sri Sultan Pungut Sampah hingga Steril Selama 15 Jam

6 Fakta Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan, Sri Sultan Pungut Sampah hingga Steril Selama 15 Jam

Regional

Close Ads X