Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Ganjar Bersama Forkompimda se-Jateng Minta Kerusuhan 22 Mei Diusut Tuntas

Kompas.com - 24/05/2019, 23:35 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berfoto bersama 35 Bupati dan Wali Kota di Jateng, TNI dan Polri, Kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan partai politik usai menyatakan sikap terkait kerusuhan 22 Mei 2019, di Hotel Patrajasa, Semarang, Jumat (24/5/2019)Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berfoto bersama 35 Bupati dan Wali Kota di Jateng, TNI dan Polri, Kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan partai politik usai menyatakan sikap terkait kerusuhan 22 Mei 2019, di Hotel Patrajasa, Semarang, Jumat (24/5/2019)


KOMPAS.com
- Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo dengan tegas mendukung Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas pelaku kerusuhan pada 22 Mei 2019.

Tidak hanya Ganjar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) se-Jawa Tengah sepakat mendukung APH untuk mengungkap, mengusut dan menangkap aktor intelektual kerusuhan tersebut.

Adapun Forkompimda yang dimaksud terdiri dari 35 Bupati dan Wali Kota di Jateng, TNI dan Polri, Kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta partai politik. 

"Hari ini kami berkumpul bersama jajaran Forkompimda Jateng, bersama TNI dan Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan partai politik untuk menyatakan sikap. Bahwa Jawa Tengah mendukung upaya-upaya mewujudkan situasi aman, damai dan sejuk paska pemilu di Indonesia," ucap Ganjar.

Baik Ganjar dan Forkompimda Jateng menyatakan itu usai Rapat Koordinasi (Rakor) Forkompimda Jateng di Hotel Patrajasa Semarang, Jumat (24/5/2019). Rakor itu sendiri di gelar dalam rangka menyatakan sikap terkait kerusuhan 22 Mei 2019 tersebut. 

Perlu diketahui, dari rakor tersebut ada enam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ganjar,

Diantaranya adalah menjaga keutuhan NKRI, menciptakan iklim politik nasional yang kondusif, mengobarkan semangat kebersamaan, mendukung para elit politik untuk bersatu dan mengusut tuntas kerusuhan pasca pemilu.

Masih dikesempatan yang sama, Ganjar menerangkan, sebenarnya dunia Internasional sudah mengakui, pemilu di Indonesia berjalan lancar sesuai yang diharapkan. Meskipun pelaksanaanya rumit.

Keanehan pun, kata dia, baru terjadi ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan peraih suara terbanyak dalam Pemilu Presiden (Pilpres) pada Selasa (21/5/2019).

KPU mengumumkan bahwa peraih suara terbanyak dalam Pilpres adalah pasangan Jokowi-Amin dan pasangan Prabowo-Sandi ada di posisi kedua.

Pasangan Prabowo-Sandi yang tidak menerima dengan keputusan KPU itu kemudian akan menempuh jalur ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menyelesaikan masalah pilpres tersebut.

Nah, kata Ganjar, ketika pasangan Prabowo-Sandi sudah menumpuh jalur MK terhadap hasil Pilpres, maka sebenarnya masalah itu sudah sesuai.

Namun ternyata di lapangan masih ada yang bergerak melakukan aksi-aksi inkonstitusional yang menimbulkan kerusuhan.

"Maka saya menyebut pasti ada Sengkuni-Sengkuni yang berada di belakangnya. Hari ini, kami Forkompimda Jateng mendorong Aparat Penegak Hukum tegas, dengan mengusut dan menangkap provokator dan aktor intelektual kerusuhan pemilu," tegas Ganjar.

Dengan ketegasan itu, maka nantinya akan terkuak satu persatu, siapa yang bermain dalam kerusuhan tersebut.

Ganjar juga mengajak seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis. Semua masyarakat harus menghormati hasil pemilu 2019.

"Masyarakat jangan terprovokasi, ndak usah lagi turun ke jalan, kalau trun ke jalan, resiko akan semua menanggungnya. Kami semua turut berdua atas meninggalnya korban kemarin," ujarnya.

Tak hanya masyarakat, Ganjar mengimbau pulai kepada elit politik, pimpinan partai politik, tokoh agama dan tokoh masyrakat untuk menjaga perdamaian bangsa dengan memberikan pernyataan yang meneduhkan. 

"Kami memohon elit politik di Jakarta bertemu, berpelukan dan berfoto bersama demi situasi nasional yang damai," pungkasnya.

Lebih lanjut, Ganjar menyatakan pihaknya mendukung agar semua persoalan pemilu diselesaikan melalui jalur konstitusional.

Sebagai informasi, dalam rakor tersebut selain menanggapi situasi politik nasional pasca pemilu 2019, juga ada agenda membahasa persiapan menjelang lebaran. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Wacana Gerindra Gabung Koalisi Pemerintahan, Ini Kata Gus Sholah

Wacana Gerindra Gabung Koalisi Pemerintahan, Ini Kata Gus Sholah

Regional
Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional