5 Fakta Ancaman Antraks di Gunungkidul, Ternak Diisolasi hingga Disuntik Antibiotik

Kompas.com - 24/05/2019, 18:35 WIB
Ilustrasi sapi. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi sapi.

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul terus memanatau kondisi kesehatan masyarakat, pascapenemuan lima ekor sapi dan dua kambing positif antraks di RT 3 Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait temuan kasus antraks di wilayah Desa Bejiharjo.

Dirinya pun meminta masyarakat untuk waspada karena antraks penyakit yang cukup berbahaya, karena termasuk bisa menular ke manusia. Namun demikian, pihaknya meminta untuk tidak panik.

Baca fakta lengkapnya berikut ini: 

1. Warga diharap untuk berhati-hati saat konsumsi daging sapi

Pedagang melayani pembeli di Pasar Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (4/5/2019). Harga daging sapi melonjak dari dari Rp 120.000 per kilogram menjadi Rp 170.000 per kilogram.KOMPAS.com/MASRIADI Pedagang melayani pembeli di Pasar Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (4/5/2019). Harga daging sapi melonjak dari dari Rp 120.000 per kilogram menjadi Rp 170.000 per kilogram.

Immawan Wahyudi mengimbau masyarakat Gunungkidul lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging sapi.

"Saya sendiri telah mendapatkan laporan terkait adanya ternak milik warga yang terpapar spora antraks. Mengingat spora antraks memiliki daya rusak yang besar saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati terutama dalam mengkonsumsi daging sapi, tetapi jangan semua daging sapi dihindari yang spesifik saja," ucapnya, Kamis (23/5/2019).

Pihaknya juga telah melokalisir agar antraks tidak menyebar ke daerah-daerah lainnya.

"Ini juga tak kalah penting bagi masyarakat jangan menyembelih hewan ternak yang sakit dan menjual daging hewan sakit tersebut karena berbahaya dan tidak diperbolehkan karena perbuatan itu dapat merugikan konsumen," tegasnya.

Baca Juga: Pascatemuan Antraks, Warga Gunungkidul Diimbau Berhati-hati Konsumsi Daging Sapi

2. Suntik antibiotik untuk ternak terus digencarkan

Petugas Kesehatan hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan melakukan pemusnahan sapi yang positif mengidap antraks Petugas Kesehatan hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan melakukan pemusnahan sapi yang positif mengidap antraks

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto beberapa hari lalu hingga hari ini melakukan penyuntikan antibiotik kepada hewan-hewan ternak.

Pada hari ini penyuntikan antibiotik tak hanya di kawasan Bejiharjo, Karangmojo, taoi juga diperluas hingga 1 KM dari lokasi. Penyuntikan pada hari ini diperluas hingga Dusun Tawarsari (Kecamatan Wonosari).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X