Buaya Sepanjang Dua Meter Hantui Nelayan di Cilacap dan Nusakambangan

Kompas.com - 24/05/2019, 16:17 WIB
Tangkapan layar video penampakan buaya di hutan bakau Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.KOMPAS.com/Iqbal Fahmi Tangkapan layar video penampakan buaya di hutan bakau Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

CILACAP, KOMPAS.com- Sejumlah nelayan di Cilacap, Jawa Tengah merasa resah dengan kemunculan buaya muara (Crocodylus porosus) di perairan Laguna Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah.

Buaya yang diperkirakan berukuran dua meter ini telah muncul sejak dua pekan lalu, namun sempat menghilang dan kembali menampakkan diri pada Senin (21/5/2019).

“Betul, dua minggu lalu sempat berkeliaran di sekitar (pantai wisata) Teluk Penyu, tapi terakhir beredar video penampakan buaya sedang berjemur di hutan bakau pinggiran Nusakambangan arah ke Kampung Laut. Yang lihat orang-orang Solusi Bangun Indonesia (eks PT Holcim),” kata Ketua Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) Cilacap Tarmuji.


Baca juga: Warga NTT yang Tewas Diterkam Buaya di Malaysia Berstatus TKI Ilegal

Tarmuji yang dihubungi, Jumat (24/5/2019) mengungkapkan, kemunculan kembali buaya tersebut membuat nelayan yang biasa melaut di perairan tersebut merasa resah.

Terutama, bagi nelayan kecil yang menggunakan perahu berukuran di bawah 5 gross ton (GT).

“Kami masih terus melakukan patroli untuk mengetahui jalur migrasi buaya itu, soalnya seminggu ini saya sudah dapat 10 kali laporan perjumpaan nelayan dengan buaya,” ujar Tarmuji yang juga Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang.

Baca juga: Lagi, Buaya Muara Muncul di Perairan Pulau Nusakambangan

Dengan kemunculan itu, dia semakin yakin jika buaya yang sempat menggegerkan masyarakat ini masih berkeliaran di sekitar Laguna Segara Anakan dan Nusakambangan.

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, jika tidak sengaja mengalami perjumpaan langsung laporkan kepada petugas baik itu kepolisian, Lanal maupun MMP agar kami dapat melakukan pemetaan,” ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Wacana Gerindra Gabung Koalisi Pemerintahan, Ini Kata Gus Sholah

Wacana Gerindra Gabung Koalisi Pemerintahan, Ini Kata Gus Sholah

Regional
Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Close Ads X