Kisah Pengamen Lampu Merah dengan Penghasilan Fantastis, Mulai dari Beli Motor Tunai dan Bangun Rumah 2 Lantai

Kompas.com - 24/05/2019, 15:56 WIB
Endah Wulandari (23), pengamen asal Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, Jateng saat terjaring razia Satpol PP Kabupaten Kudus,‎ Minggu (19/5/2019). Dokumen Satpol PP KudusEndah Wulandari (23), pengamen asal Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, Jateng saat terjaring razia Satpol PP Kabupaten Kudus,‎ Minggu (19/5/2019).

KUDUS, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terkejut dengan harta kekayaan yang dimiliki oleh seorang pengamen jalanan yang terjaring razia. 

Siapa sangka jika ternyata pengamen perempuan tersebut mengantongi penghasilan fantastis yang telah mengubah kehidupannya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus Djati Solechah membenarkan terciduknya pengamen berpenghasilan lebih tersebut. 

Baca juga: Seorang Ayah di Makassar Ditangkap karena Jadikan Anaknya Pengemis

Menurut Djati, ibu satu anak itu terjaring razia PGOT yang digagas oleh pihaknya pada pertengahan bulan Ramadhan ini.

Pengamen tajir tersebut, kata dia, tercatat sebagai warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus bernama Endah Wulandari (23).

"Wulan adalah pengamen perempuan yang telah mengejutkan kami. Di luar perkiraan, ternyata dia orang kaya atau jutawan," kata Djati saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Jumat (24/5/2019).

Tim Satpol PP Kabupaten Kudus menemukan fakta yang menarik saat memeriksa dan mendata Wulan.

Ternyata, profesi Wulan sebagai pengamen jalanan yang setiap hari beroperasi di perempatan lampu merah di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus itu tak bisa dipandang sebelah mata.

"Saat diperiksa usai tertangkap razia, Wulan mengantongi uang Rp 2 juta yang diakuinya dari hasil mengamen. Bahkan, dia menyebut dalam sehari bisa memeroleh Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta," ungkap Djati.

Baca juga: Pengemis Berkedok Pemulung Mulai Bermunculan di Jakarta Selatan

Dijelaskan Djati, petugas Satpol PP Kabupaten Kudus yang ragu dengan pengakuan Wulan tersebut kemudian berupaya memastikannya. Sesampainya di rumah Wulan, tim Satpol PP Kabupaten Kudus pun kembali dibuat terheran-heran.

Meski telah bersuami, Wulan selama ini adalah  tulang punggung keluarganya. Wulan menanggung biaya hidup ayahnya yang seorang tuna netra dan ibunya yang sudah renta.

"Rumah Wulan tembok bahkan berlantai dua. Masih proses untuk pembangunannya. Beralaskan keramik, ada televisi dan kulkas. Punya perhiasan emas dan bahkan baru saja membeli motor dengan cash. Itu semua dari hasil mengamennya sejak kecil. Wulan keluar sekolah kelas 6 SD terus mengamen hingga sekarang," terang Djati.

Setelah terjaring razia, Wulan disangkakan melanggar Perda Kabupaten Kudus nomor 15 tahun 2017 tentang penanggulangan gelandangan, pengemis, dan anak jalanan.

Wulan terjaring razia Satpol PP Kabupaten Kudus untuk kedua kalinya di lokasi yang sama yakni di perempatan lampu merah wilayah Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus. Dia pertama kali terjaring razia pada Jumat (17/5/2019) dan kembali terjaring razia pada Minggu (19/5/2019).

"Wulan juga melanggar Perda Nomor 8 tahun 2015 tentang Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban dalam wilayah Kabupaten Kudus. Karena tertangkap untuk kedua kalinya, Wulan dikenai tipiring. Setelah dibina, ia berjanji akan beralih ke pekerjaan lain," pungkas Djati.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1 Anggota DPD RI Dapil Bengkulu dan Sebagian Karyawan BI Positif Corona

1 Anggota DPD RI Dapil Bengkulu dan Sebagian Karyawan BI Positif Corona

Regional
Tangga Kuno dan Misteri Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, Pusat Ritual dan Pendidikan Agama?

Tangga Kuno dan Misteri Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, Pusat Ritual dan Pendidikan Agama?

Regional
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Regional
3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

Regional
Operasi Jaran Candi 2020, Polres Tegal Kota Bekuk 6 Pelaku Curanmor

Operasi Jaran Candi 2020, Polres Tegal Kota Bekuk 6 Pelaku Curanmor

Regional
Tak Kenakan Masker di NTB, Siap-siap Didenda Rp 500.000

Tak Kenakan Masker di NTB, Siap-siap Didenda Rp 500.000

Regional
3 Pelajar SMA yang Rampok Toko Emas Tetap Terima Pelajaran dari Dalam Penjara

3 Pelajar SMA yang Rampok Toko Emas Tetap Terima Pelajaran dari Dalam Penjara

Regional
Sebelum Meninggal Positif Covid-19, Guru SMPN 1 Dolopo Jalan-jalan Bersama Keluarga ke Solo

Sebelum Meninggal Positif Covid-19, Guru SMPN 1 Dolopo Jalan-jalan Bersama Keluarga ke Solo

Regional
Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Regional
Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Regional
Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Regional
YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

Regional
Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Regional
Ini Motif YouTuber Edi Putra Buat Video Prank Daging Kurban Isi Sampah

Ini Motif YouTuber Edi Putra Buat Video Prank Daging Kurban Isi Sampah

Regional
Tambah 4 Perjalanan, KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Tambah 4 Perjalanan, KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X