Hutan Rusak Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Kompas.com - 24/05/2019, 15:22 WIB
Puing-puing bekas bangunan asrama pondok pesantren Raudhatul Muhajirin di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak yang masih tersisa setelah diterjang banjir bandang, Rabu (22/5/2019).KOMPAS.com/ACEP NAZMUDIN Puing-puing bekas bangunan asrama pondok pesantren Raudhatul Muhajirin di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak yang masih tersisa setelah diterjang banjir bandang, Rabu (22/5/2019).

LEBAK, KOMPAS.com - Banjir bandang yang menerjang pemukiman di empat kecamatan di Kabupaten Lebak, diduga terjadi lantaran hutan di hulu sungai yang semakin rusak.

Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Lebak, Kaprawi mengatakan, banjir bandang terjadi lantaran aliran Sungai Cilaki dan Cibeurih meluap.

Hulu dari kedua sungai berasal dari aliran Sungai Citoko di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang kini muncul banyak aktifitas.

"Beberapa mobil angkutan dan mengangkut hasil hutan itu tidak terkendali, artinya terus menerus tidak ada kontrol dan sebagainya, karena kewenangannya ada di pihak provinsi," kata Kaprawi kepada Kompas.com di Kantor BPBD Lebak, Jumat (24/5/2019).

Baca juga: Detik-detik Ponpes di Lebak Diterjang Banjir Bandang Saat Santri Tengah Berbuka Puasa

Kaprawi mengatakan, sebagian besar wilayah Kabupaten Lebak, terutama di bagian barat merupakan daerah konservasi. Namun saat ini aktivitas di hutan semakin tinggi hingga berdampak pada aliran sungai di hilir.

Hal inilah yang juga dicurigai oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya. Menurut Iti, saat kunjungan ke lokasi banjir, Kamis (23/5/2019) ada human erorr sehingga menyebabkan banjir bandang setelah 50 tahun tidak terjadi.

"Artinya kan ada human erorr yang tidak kita ketahui, mangkanya kita akan koordinasi dengan pihak TNGHS, jika ada penggundulan hutan agar tidak terjadi banjir dan bencana susulan di Lebak," katanya.

Tetapkan Masa Tanggap Bencana 14 Hari

Banjir Bandang di Kabupaten Lebak menyebabkan 56 rumah rusak serta hanyut dan sejumlah jembatan putus. Untuk menangani hal ini, Pemerintah Kabupaten Lebak menetapkan masa tanggap bencana selama 14 hari. 

"14 hari kerja sejak 22 Mei sampai 14 hari kedepan," kata Kaprawi.

Baca juga: Banjir Bandang di Lebak, Ujian Kenaikan Kelas Ditunda Dua Hari

Dalam 14 hari tersebut, kata Kaprawi, pihaknya akan melakukan sejumlah penanganan pasca banjir.

Di antaranya identifikasi lapangan dengan menghitung berapa banyak dampak kerusakan infrastruktur, fasos, fasum dan hingga penyaluran bantuan untuk warga terdampak.

"Apabila waktu belum cukup, akan ditambah satu minggu," katanya.

Kaprawi juga mengatakan, saat ini pihaknya sudah membangun posko darurat becana banjir bandang di Kantor Desa Cibeurih, Kecamatan Sajira.



Terkini Lainnya

Sutrisno, Penjual Mi Lidi Berdasi yang Sukses Curi Perhatian Pembeli

Sutrisno, Penjual Mi Lidi Berdasi yang Sukses Curi Perhatian Pembeli

Regional
Namanya Disebut-sebut Saksi 02 dalam Sidang MK, Ini Kata Moeldoko

Namanya Disebut-sebut Saksi 02 dalam Sidang MK, Ini Kata Moeldoko

Regional
Tukang Pijat Dibunuh Pelanggannya karena Terlalu Keras Memijat

Tukang Pijat Dibunuh Pelanggannya karena Terlalu Keras Memijat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sikap Jokowi Hadapi Tuduhan Prabowo-Sandi di Sidang MK | Sistem Zonasi PPDB Tuai Masalah

[POPULER NUSANTARA] Sikap Jokowi Hadapi Tuduhan Prabowo-Sandi di Sidang MK | Sistem Zonasi PPDB Tuai Masalah

Regional
Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan untuk Mantan Danjen Kopassus

Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan untuk Mantan Danjen Kopassus

Regional
Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Regional
33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

Regional
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional

Close Ads X