Banyak TKI Ilegal asal NTT di Malaysia, BP3TKI Kupang Bangun Rumah Informasi Migrasi Aman

Kompas.com - 24/05/2019, 14:09 WIB
Ilustrasi TKI KOMPAS.com/ERICSSENIlustrasi TKI

KUPANG, KOMPAS.com - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( BP3TKI) Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), membangun rumah informasi migrasi aman di wilayah itu.

Kepala BP3TKI Kupang Siwa, mengatakan, rumah informasi migrasi aman itu dibangun di Desa Toianas, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Siwa mengatakan, dari hasil penanganan, pengamatan dan analisa data, memberikan gambaran bahwa masih banyak pekerja migran non-prosedural asal NTT yang sedang bekerja secara ilegal di Malaysia, sehingga berpeluang terjadi kasus secara terus menerus.


"Mungkin kami kesal dengan cara mereka berangkat secara ilegal, namun saya berpendapat bahwa walaupun mereka ilegal tetapi mereka tetaplah WNI, mereka tetap warga NTT yang harus mendapat perhatian pemerintah sebagai wujud kehadiran negara," ucap Siwa, kepada Kompas.com, Jumat (24/5/2019).

Baca juga: Warga NTT yang Tewas Diterkam Buaya di Malaysia Berstatus TKI Ilegal

Berdasarkan kondisi itu, lanjut Siwa, BP3TKI Kupang merancang ide menyebarkan informasi migrasi aman kepada pekerja migran non-prosedural asal NTT di Malaysia.

Informasi itu, kata Siwa, berisi petunjuk perlindungan, apabila terjadi masalah dan tata cara proses penempatan pekerja Migran Indonesia secara resmi bagi mereka yang pulang ke NTT dan ingin bekerja kembali ke negara tersebut tentu bagi mereka yang memenuhi syarat.

"Informasi tersebut dalam bentuk brosur atau penjelasan langsung. Tentu kita merasa sulit dilakukan, karena terkait cara agar informasi dimaksud sampai di tujuan yaitu pekerja migran non-prosedural, selain itu, kesulitan data dari pekerja migran," ujar dia.

Karena itu, terobosannya adalah melibatkan peran organisasi atau kelompok masyarakat sipil yang disebarkan melalui rumah informasi migrasi aman milik masyarakat sipil.

Siwa menuturkan, brosur disebarkan dari rumah informasi ke pekerja migran non-prosedural di Malaysia, atau melalui keluarganya karena walaupun ilegal, tetapi nyatanya mereka saling komunikasi.

Baca juga: Kronologi TKI asal NTT Tewas Diterkam Buaya di Malaysia

"Untuk bisa berkomunikasi selain brosur, kami juga siapkan handphone sehingga brosur informasi dapat dimasukan ke handphone dan langsung dikirim," kata Siwa.

Rumah informasi ini, selain memberikan informasi migrasi aman kepada pekerja migran non-prosedural asal NTT di Malaysia, tetapi juga sebagai pusat informasi bagi pencari kerja atau masyarakat umum di NTT. 

Untuk tahap awal dilaksanakan di Desa Toianas. Rencananya, rumah informasi migrasi aman akan diresmikan oleh Direktur Soskel Deputi Penempatan BNP2TKI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X