Wagub Jawa Barat Tak Setuju Soal Larangan PNS Pakai Mobil Dinas untuk Mudik

Kompas.com - 24/05/2019, 13:17 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulumsaat hadir dalam acara Safari Ramadhan 1440 Hijriah di Masjid Agung Al Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (22/5/2019). Dokumentasi Humas Pemprov JabarWakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulumsaat hadir dalam acara Safari Ramadhan 1440 Hijriah di Masjid Agung Al Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (22/5/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum tak setuju soal larangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan kendaraan dinas untuk mudik.

Uu berpendapat, seharusnya pegawai boleh menggunakan kendaraan dinas selama bertanggung jawab.

"Daripada sembunyi-sembunyi, diganti plat nomornya. Karena kan gak semua ASN punya mobil juga, mending manfaatin saja. Kenapa libur lebaran saja yang dilarang, kalau libur yang lainnya tidak," ujar Uu, Jumat (24/5/2019).

Baca juga: Gubernur Sumbar Larang ASN Gunakan Mobil Dinas Saat Mudik, Kecuali...

Menurut Uu, menjalin silaturahmi saat mudik sangat penting untuk meningkatkan performa pegawai. Jadi, kata dia, penggunaan kendaraan dinas harusnya tak jadi masalah.

"Saya tak sependapat mobil dinas tak dipake mudik. Itu kan untuk membangun hubungan emosional antara keluarga atau teman. Jadi saat pulang, ada gairah kembali. Maka wajar kalau disaat silaturahmi memakai kendaraan dinas asal tak menggunakan BBM dari kantor, dijaga pemakaiannya jangan sampai rusak," jelasnya.

Meski demikian, Uu mengatakan, hal itu merupakan pendapat pribadinya. Ia pun tetap patuh pada instruksi pemerintah pusat soal larangan tersebut.

Baca juga: ASN Sumut Dilarang Gunakan Mobil Dinas Saat Mudik Lebaran

"Tapi karena dilarang Pak Mendagri saya fatsun pada pimpinan di atas," ujarnya.

Sementara soal larangan pegawai menerima parsel, Uu setuju dengan aturan itu. Menurutnya, pemberian barang apapun terhadap pegawai khususnya pejabat berpotensi sarat kepentingan.

"Kalau ASN dilarang terima parsel saya setuju. Karena kami yakin ASN terima parsel mohon maaf pasti ada sesuatu saya khawatir keikhlasannya gak ada," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Universitas Lampung Tunda Penyelenggaraan KKN Lapangan

Universitas Lampung Tunda Penyelenggaraan KKN Lapangan

Regional
Siswi SMP Diperkosa Saat Belajar Daring dan Mencari Sinyal di Hutan

Siswi SMP Diperkosa Saat Belajar Daring dan Mencari Sinyal di Hutan

Regional
Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, 5 ABK Hilang

Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, 5 ABK Hilang

Regional
Kesedihan Ibunda Tak Sempat Jawab Telepon Pratu Dedi Hamdani Sebelum Gugur di Papua

Kesedihan Ibunda Tak Sempat Jawab Telepon Pratu Dedi Hamdani Sebelum Gugur di Papua

Regional
5 Terduga Teroris Berencana Melakukan Aksi di Aceh

5 Terduga Teroris Berencana Melakukan Aksi di Aceh

Regional
Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Regional
Sambungan Telepon Itu Membuat Hari Muhdin Jadi Kelabu

Sambungan Telepon Itu Membuat Hari Muhdin Jadi Kelabu

Regional
KPU Tetapkan Wali Kota Terpilih Makassar Hasil Pilkada 2020

KPU Tetapkan Wali Kota Terpilih Makassar Hasil Pilkada 2020

Regional
Soal Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Wajib Pakai Jilbab, Ini Tanggapan Mantan Wali Kota Padang

Soal Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Wajib Pakai Jilbab, Ini Tanggapan Mantan Wali Kota Padang

Regional
Mengaku Iseng, Seorang Pria Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

Mengaku Iseng, Seorang Pria Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

Regional
Dua Bulan Lagi Cuti Menikah, Pratu Dedi Gugur Tertembak Saat Kejar KKB ke Hutan

Dua Bulan Lagi Cuti Menikah, Pratu Dedi Gugur Tertembak Saat Kejar KKB ke Hutan

Regional
Video Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Pamannya, Pelaku Ditangkap dan Terancam 10 Tahun Penjara

Video Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Pamannya, Pelaku Ditangkap dan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Lapangan Migas Tua di Mahakam Didorong Terus Berproduksi

Lapangan Migas Tua di Mahakam Didorong Terus Berproduksi

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Sang Ayah Ungkap Kenangan Terakhir

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Sang Ayah Ungkap Kenangan Terakhir

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 23 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 23 Januari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X