Kasus Penggelapan Pegawai Pegadaian: Pakai Jaminan Emas Palsu hingga Terungkap Saat Sidak Pimpinan

Kompas.com - 24/05/2019, 12:59 WIB
Tersangka penggelapan barang pegadaian cabang Kendal, Sup (47) saat dimintai keterangan petugas, jumat (24/5/2019). KOMPAS.com/SLAMET PRIYATINTersangka penggelapan barang pegadaian cabang Kendal, Sup (47) saat dimintai keterangan petugas, jumat (24/5/2019).

KENDAL, KOMPAS.com - Karyawan PT Pegadaian (Persero) cabang Kendal, Sup (47), harus berurusan dengan polisi lantaran nekat melakukan penggelapan barang jaminan berupa emas.

Perbuatan yang sudah hampir setahun dilakukannya itu terbongkar setelah dilakukan sidak pimpinan cabang pada Jumat (24/5/2019). 

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Nanung Nugroho mengatakan tersangka ditangkap di rumahnya setelah ada laporan dari masyarakat.

Menurut Nanung, perbuatan tersangka terbongkar saat pimpinan Pegadaian cabang Kendal, Rahman Hutapea, melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Baca juga: Caleg PAN Ditangkap Kasus Penggelapan Uang, Diduga untuk Dana Kampanye

 

Pada sidak itu, ditemukan kejanggalan di penanda barang jaminan yang dinilai tidak layak. Sebab penanda jaminan hanya staples.

“Lalu Rahman meminta keterangan pada Sup. Awalnya, Sup, tidak mengaku. Tapi setelah didesak, akhirnya ia mengakui semua perbuatannya,” jelas Nanung, Jumat. 

Kepada polisi, Sup mengaku nekat melakukan penggelapan lantaran terlilit utang. Perbuatan itu sudah dilakukannya sejak Desember 2017 hingga September 2018. Akibat perbuatannya, Pegadaian cabang Kendal merugi Rp 379.138.700. 

Sup menjelaskan cara beroperasinya. Yakni, dia mengajukan proses pinjaman ke cabang tempat dia bekerja namun menggunakan identitas dirinya dan identitas orang lain. Saat melakukan pinjaman, barang jaminan yang digunakan adalah emas palsu. 

Baca juga: Jadi Buron Kasus Penggelapan Uang, Pelarian Elly Terhenti di Cijantung

Sup menambahkan, selain menggunakan emas palsu untuk jaminan, dirinya juga menggunakan perhiasan atau emas asli yang berada di kantor pegadaian.

Emas asli itu, sudah menjadi barang jaminan atas pinjaman dari nasabah lain. “Saya bertugas sebagai penafsir barang jaminan,” ujarnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka Sup diancam pasal 374 KUHP, dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
Sehari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Seorang Dokter Ditemukan Tewas

Sehari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Seorang Dokter Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X