7 Fakta Pembakaran Mapolsek Tambelangan, Dipicu Video Hoaks hingga Ditemukan Satu Kardus Bom Molotov

Kompas.com - 24/05/2019, 08:45 WIB
Sisa-sisa barang yang ikut terbakar di Polsek Tambelangan yang dibakar warga pada Rabu (22/5/2019). Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama dengan Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya meninjau kantor Polsek Tambelangan, Kamis (23/5/2019). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Sisa-sisa barang yang ikut terbakar di Polsek Tambelangan yang dibakar warga pada Rabu (22/5/2019). Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama dengan Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya meninjau kantor Polsek Tambelangan, Kamis (23/5/2019).

KOMPAS.com - Polisi menemukan satu kardus berisi bom molotov di Polsek Tambelangan, Sampang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mapolsek Tambelangan ludes dibakar massa pada hari Rabu (22/5/2019)/

Menurut Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, aksi anarkis tersebut dipicu beredarnya video hoaks di media sosial.

Saat ini aparat kepolisian telah mengantongi identitas pelaku pembakaran Mapolsek Tambelangan tersebut.

Berikut ini fakta lengkap kronologi kerusuhan di Sampang, Madura:

1. Kapolda temukan satu kardus berisi bom molotov

Satu kardus molotov ditemukan di samping kantor Polsek Tambelangan. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya meninjau langsung lokasi kejadian, Kamis (23/5//2019). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Satu kardus molotov ditemukan di samping kantor Polsek Tambelangan. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya meninjau langsung lokasi kejadian, Kamis (23/5//2019).

Bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe, Irjen Pol Luki menemukan satu kardus bom molotov yang belum digunakan.

Bom molotov yang berupa botol bekas minuman suplemen berisi minyak tanah dan bersumbu itu ditemukan di samping selatan kantor Polsek Tambelangan. Dalam satu kardus ada belasan molotov.

Menurut Luki, benda tersebut langsung diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama tim laboratorium forensik yang melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Barang itu ada yang masih tersimpan rapi di dalam kardus dan belum digunakan. Ada pula yang tercecer di tempat yang berbeda. Semua sudah dikumpulkan oleh tim," kata Luki.

Baca Juga: Satu Kardus Bom Molotov Ditemukan di Polsek Tambelangan Sampang yang Terbakar

2. Massa halau mobil pemadam kebakaran

Ilustrasi api.
PIXABAY/Myriams-Fotos Ilustrasi api.

Berdasar keterangan warga, Kantor Polsek Tambelangan di Sampang, Jawa Timur, ludes dibakar massa sekitar pukul 22.00 WIB.

"Kejadiannya tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB," kata warga setempat, Syamsul Arifin, dilansir dari Antara, Kamis (23/5/2019).

Syamsul yang juga anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tambelangan menuturkan, secara tiba-tiba massa berdatangan ke Mapolsek Tambelangan, Sampang.

Lalu massa tersebut melempari  mapolsek menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkistis, tetapi tidak diindahkan.

Dalam hitungan menit, massa semakin banyak dan semakin tak terkendali hingga terjadi pembakaran.

"Saat kebakaran sempat ada mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian, tetapi akhirnya kembali karena juga diancam oleh massa," kata Syamsul.

Baca Juga: Kantor Polsek Tambelangan Ludes Dibakar Massa

3. Dipicu video hoaks di media sosial

Ilustrasi media sosialViewApart Ilustrasi media sosial

Berdasar penyelidikan polisi, aksi massa itu dipicu oleh rekaman video pendek dari seorang pria yang ikut aksi di Jakarta.

Dalam rekaman video itu disebutkan bahwa, ada tokoh asal Pamekasan dan Sampang yang tidak bisa keluar dari salah satu area di Jakarta, saat aksi demonstrasi berlangsung.

Dari rekaman video itu kemudian, warga datang menanyakan ke Polres Sampang dan berlanjut ke Polsek Tambelangan.

Di Polsek Tambelangan itu, warga kemudian melakukan perusakan dan pembakaran.

"Awalnya dari info hoaks. Warga kemudian terprovokasi dan melakukan tindakan di luar kendali hingga berujung pembakaran," terang Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, Kamis (23/5/2019) saat meninjau lokasi kantor Polsek Tambelangan.

Baca Juga: Polres Sampang Dalami Motif Pembakaran Kantor Polsek Tambelangan

4. Polisi kantongi identitas pelaku

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengaku telah mengantongi identitas para pelaku pembakaran kantor Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, yang terjadi pada Rabu (22/5/2019) malam.

Hal itu disampaikan Luki saat mengunjungi Mapolsek Tambelangan, bersama dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe, Kamis (23/5/2019).

Menurut Luki, para pelaku tersebut akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak ada toleransi. Proses hukum tersebut sudah mendapat dukungan dari tokoh masyarakat dan ulama Kabupaten Sampang dan Kecamatan Tambelangan.

"Data pelaku sudah ada dan tetap kita proses di Polda Jawa Timur," ujar Luki.

Baca Juga: Polda Jawa Timur Kantongi Identitas Pembakar Kantor Polsek di Sampang

5. Perusuh diduga ingin serang tahanan dan anggota polisi

Ilustrasi penjara.. Ilustrasi penjara.

Dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, Luki mengatakan, para pelaku sempat berusaha menyerang anggota polisi dan tahanan yang ada di dalam sel.

Namun, para anggota berhasil melarikan diri lewat belakang kantor. Sehingga, baik anggota ataupun masyarakat yang menjadi tahanan bisa selamat.

"Untuk menyelamatkan diri, anggota dan tahanan lari melalui pintu belakang sampai melewati persawahan, karena pelaku mau menyerang," imbuh Luki.

Untuk proses selanjutnya, kasus ini akan ditangani langsung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur.

Baca Juga: Kapolda Jatim: Video Hoaks Jadi Pemicu Pembakaran Polsek Tambelangan Sampang

6. Mapolsek Tambelangan dijaga ketat pascapembakaran

Ilustrasi polisiKOMPAS.com/Achmad Faizal Ilustrasi polisi

Untuk mengantisipasi kerusuhan meluas, ratusan personel polisi diterjunkan di Sampang, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, ratusan personel tersebut diterjunkan untuk mempertebal pengamanan dan mengantisipasi kejadian serupa terulang.

Barung menyampaikan, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto sejak Rabu (22/5/2019) malam sudah berada di Polres Sampang untuk mengonsolidasikan pengamanan dan membantu memback up Polres Sampang.

"Kemarin ada dua Kompi Brimob dan satu Kompi Sabhara yang sudah stand by, sekitar 300 personel. Mereka akan stand by di Sampang," kata Barung, Kamis (23/5/2019).

Baca Juga: Pasca-pembakaran Polsek Tambelangan Sampang, Ratusan Personel Polisi Diterjunkan

7. Gubernur Jatim Khofifah imbau wargnya tetap tenang

Gubernur Khofifah didampingi Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya usai buka puasa di Mapolda Jatim, Jumat (17/5/2019)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Gubernur Khofifah didampingi Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya usai buka puasa di Mapolda Jatim, Jumat (17/5/2019)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat agar tenang dan saling menjaga diri di separuh akhir Ramadhan.

Masyarakat hendaknya tidak mengotori kesucian bulan Ramadhan, sekaligus mencegah masyarakat mencegah puasa dari hal-hal yang menghilangkan pahala puasa.

"Kami bersama tokoh masyarakat, pemerintah kabupaten Sampang dan aparat keamanan, bertekad untuk menjaga situasi yang kondusif selama Ramadhan. Tentunya, warga juga harus kompak menjaga situasi agar tetap damai dan tidak terpengaruh hoaks," ujar Khofifah.

Baca Juga: Kapolda Jatim Tinjau Lokasi Pembakaran Kantor Polsek di Sampang

Sumber: KOMPAS.com (Taufiqurrahman, Robertus Belarminus)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X