Kerusuhan Pecah di Pontianak, Sultan Akui Bertanggung Jawab

Kompas.com - 23/05/2019, 16:03 WIB
Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie membacakan surat pernyataan di Mapolda Kalbar, Kamis (23/5/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTA Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie membacakan surat pernyataan di Mapolda Kalbar, Kamis (23/5/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie mengaku bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi di Perempatan Jalan Tanjung Raya I, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu dan Kamis (22-23/5/2019).

Pengakuan tersebut dibacakan Melvin dengan didampingi Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Pangdam XII Tanjungpura Mayjend TNI Herman Asaribab dan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, di Mapolda Kalbar, Kamis (23/5/2019) siang.

"Saya Syarif Mahmud Melvin Alkadrie, Sultan Pontianak, saya akan bertanggung jawab dan menjamin bahwa situasi Kota Pontianak pasca peristiwa yang terjadi semalam, tidak akan terulang kembali," ujarnya.

Baca juga: Polisi Kembali Tangkap 30 Orang Terduga Pelaku Rusuh di Pontianak

Melvin juga akan bertanggung jawab penuh, untuk mengatasi jika ada gejolak masyarakat, khususnya di wilayah keraton.

"Untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif, (saya) akan mengawasi aktifitas masyarakat saya dengan sebaik-baiknya," ucapnya.

Melvin juga akan menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pasca kerusuhan tersebut agar kondusif sehingga aktiiftas masyarakat tidak terganggu.

Baca juga: 3 Polisi Tertembak Senjata Api Rakitan Saat Amankan Kerusuhan di Pontianak

"Jika nanti tidak seusai dengan pernyataan itu, maka kami sanggup dituntut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," tutupnya.

Sementara itu, dalam kerusuhan yang terjadi Rabu (22/5/2019) pagi tersebut, tercacat dua pos polisi dibakar massa, 68 orang terduga perusuh ditangkap, tiga anggota polisi tertembak senjata api rakitan dan sejumlah warga dan aparat keamanan luka-luka terkena lemparan batu.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Regional
Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Regional
Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Regional
Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Regional
Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Regional
Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Regional
Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Regional
Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Regional
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Regional
Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Regional
Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Regional
Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Regional
UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual 'Dosen' Swinger

UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual "Dosen" Swinger

Regional
Sudah 2 Bulan Warga Sekitar Danau Limboto Gorontalo Terendam Banjir

Sudah 2 Bulan Warga Sekitar Danau Limboto Gorontalo Terendam Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X