Jangan Tukar Uang Kertas Baru di Pinggir Jalan, Lebih Aman Tukar di Bank

Kompas.com - 23/05/2019, 13:45 WIB
Ilustrasi rupiah KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi rupiah

KENDAL, KOMPAS.com - Masyarakat diimbau untuk waspada pada penyebaran uang kertas baru selama Ramadhan dan menjelang Lebaran 2019. Pasalnya, pada masa-masa tersebut masyarakat akan menukarkan uang kertas pecahan lama dengan uang baru untuk dibagi-bagikan saat Lebaran. 

Hal itu disampaikan oleh kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah Soekowardojo, di acara sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah, di rumah makan Aldila di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (22/05/2019). 

Menurut Soekowardojo, agar lebih aman, sebaiknya masyarakat melakukan penukaran uang baru di bank ketimbang menukarkannya di pinggir jalan. 

"Momen bagi-bagi uang baru tersebut, dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menyebarkan uang palsu. Oleh sebab itu, sebaiknya masyarakat mengenali ciri-ciri uang palsu. Paling mudah, dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang," katanya. 

Baca juga: Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Riau

Data BI Jateng menyebutkan, menjelang Lebaran, permintaan perbankan di Jawa Tengah akan uang kertas baru meningkat 7,2 persen kalau dibandingkan tahun lalu.

Jumlahnya permintaan pada tahun ini, mencapai Rp 23, 3 triliun. Dari jumlah itu, sebesar Rp 10 triliun merupakan permintaan perbankan yang ada di kota Semarang.

Data BI Jateng juga menyebutkan, Januari hingga April tahun ini BI Jateng telah menemukan 1.900 lembar uang palsu. Uang palsu yang ditemukan itu, kebanyakan lembaran Rp 100 ribu. Kota Semarang, adalah daerah di Jawa Tengah, yang banyak ditemukan uang palsu.

Masyarakat desa sering jadi korban

Sementara itu, anggota DPR RI,dari komisi XI, Alamuddin Dimyati Rois, menjelaskan banyak masyarakat desa yang belum bisa membedakan uang palsu dan asli.

Tidak heran, kalau masyarakat desa sering mendapatkan uang palsu. Oleh sebab itu, sosialisasi yang dilakukan oleh BI ini, sangatlah penting.

Baca juga: Viral, Kakek Penjual Rokok Jadi Korban Penipuan Uang Palsu Rp 400.000

“Sosialisasi ini, kebanyakan diikuti oleh warga NU dari desa dan juga tokoh masyarakat. Setelah dari sini, saya berharap para peserta bisa menularkan ilmunya ke masyarakat,” kata Alam.

Alam, menambahkan tradisi memberi uang baru saat lebaran kepada sanak famili, memang sudah lama ada.

Seperti halnya kepala perwakilan BI Jawa Tengah, Alam, meminta kepada masyarakat apabila mencari uang baru sebaiknya ditukarkan ke bank.

"Di bank, jaminan keasliannya bisa dipertanggung jawabkan."

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X