5 Fakta Kecelakaan di Palang Pintu KA Purwosari, Masinis Diperiksa hingga 2 Korban Jalani Perawatan Intensif

Kompas.com - 23/05/2019, 12:09 WIB
IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

Adapun empat korban lain sudah diperbolehkan pulang atau rawat jalan. Dari hasil observasi dokter, kedua korban sementara harus menjalani perawatan terlebih dahulu di rumah sakit. Mereka dirawat di RS Panti Waluyo dan RS Kasih Ibu.

"Disuruh istirahat dulu sama dokter sambil menunggu perkembangan satu sampai dua hari," katanya, Selasa (21/5/2019).

Baca Juga: Aksi 22 Mei, Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Bisa Naik dari Jatinegara

3. Kesaksian korban selamat

Sementara itu, salah seorang korban pengendara sepeda motor, Mareta Intan (20), mengatakan, kecelakaan terjadi karena palang pintu pelintasan dalam kondisi terbuka.

Menurut Mareta, dirinya dan temannya, Veronika Beta (20), mengendarai sepeda motor dari arah Purwosari hendak menuju Solo Square.

Saat itu ada kereta dari arah selatan ke utara. Otomatis palang pintu pelintasan tertutup.

Setelah melintas, palang pintu pelintasan dibuka. Pada saat palang pintu terbuka, dari arah utara ke selatan kembali melintas kereta.

"Saya dari arah Purwosari menuju Solo Square. Saat itu palang pintu tertutup karena ada loko (kereta) dari arah selatan ke utara. Setelah palang pintu terbuka depan saya maju dan saya ikut maju. Ternyata dari arah utara ke selatan ada kereta," katanya.

Baca Juga: Kecelakaan Kereta Api di Solo, Polisi Periksa Penjaga Pintu Pelintasan

4. Daop VI PT KAI: Taati rambu-rambu di perlintasan KA

Ilustrasi kereta apiKOMPAS / AGUS SUSANTO Ilustrasi kereta api

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, pihaknya masih mengembangkan terkait kecelakaan tersebut.

Meski demikian, pihaknya mengimbau agar para pengguna jalan yang melintas untuk mengutamakan keselamatan.

"Di situ sudah ada rambu-rambu. Jangan sampai masyarakat menggantungkan petugas palang pintu perlintasan," kata Eko.

Baca Juga: Arus Mudik, Frekuensi Kereta Api Melintas Bertambah 18 Persen

5. Polisi selidiki posisi palang pintu KA sebelum kecelakaan

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Iptu Bambang mengaku masih melakukan pendalaman. Informasi terakhir yang diperoleh, kata Bambang, mobil dan sepeda motor dari arah timur ke barat.

"Masih pengembangan. Pintu perlintasan sudah ditutup atau belum sementara masih pengembangan," ujar dia.

Sementara itu, Menurut Eko, di Daop 6 Yogyakarta ada cukup banyak perlintasan kereta api.

Data sampai saat ini ada sekitar 414 perlintasan dan semuanya masuk katagori rawan, baik itu ada penjaganya atau tidak.

"Dari 414 perlintasan ini ada 236 yang tidak dijaga dan yang tidak resmi ada 58 perlintasan kereta. Sisanya dijaga," ungkap dia.

Baca Juga: Satu Mobil dan 4 Motor Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Purwosari Solo

Sumber: KOMPAS.com (Labib Zamani)

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Regional
Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

[POPULER NUSANTARA] "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

Regional
Close Ads X