Waspadai 6 Pasar Tumpah Hambatan Pemudik di Jalur Pantura Cirebon

Kompas.com - 23/05/2019, 09:58 WIB
Sejumlah kendaraan roda dua dan empat melintas sekitar kawasan Pasar Kue Weru, Desa Weru, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Pasar tradisional ke empat yang mayoritas menjual jajanan kering ini juga berpotensi menjadi titik hambatan para pemudik. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSejumlah kendaraan roda dua dan empat melintas sekitar kawasan Pasar Kue Weru, Desa Weru, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Pasar tradisional ke empat yang mayoritas menjual jajanan kering ini juga berpotensi menjadi titik hambatan para pemudik.


CIREBON, KOMPAS.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melakukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan arus mudik dan balik 2019.

Mereka mengantisipasi aktivitas pasar tradisional yang terletak tepat di sisi jalur utama pantura.

Aktivitas para pedagang dan pembeli di pasar tradisional tersebut tidak jarang meluber dan tumpah ke bahu jalan.

Akibatnya, berpotensi menghambat pergerakan laju kendaraan arus mudik, dari Jakarta menuju Jawa Tengah, dan juga sebaliknya.

Pelaksana Tugas Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyampaikan, ada beberapa pasar tradisional yang berada di Jalur Pantura.

Baca juga: Pasar Tumpah di Jalur Selatan Jateng Berpotensi Timbulkan Kemacetan Arus Mudik

Pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan berbagai pesiapan di titik-titik rawan hambatan tersebut.

“Nanti kami atur, yang penting lalu lintas (arus mudik-balik) jangan sampai terganggu. Kami akan tertibkan satu minggu sebelum Idul Fitri bersama seluruh pihak terkait. Jalur Pantura ada Pasar Tegal Gubuk, Pasalaran, Pasar Mundu, Pasar Gebang,” kata Imron, kepada pekerja media Selasa (14/5/2019).

Dua pasar lainya adalah pasar Kue Weru, dan Pasar Minggu Palimanan.

Kompas.com coba mengurutkan pasar tradisional berdasarkan arah arus mudik, yakni dari jalur Jakarta menuju Jawa Tengah.

Ini dimaksudkan agar memudahkan para pemudik melakukan antisipasi saat hendak melintas titik-titik rawan tersebut. 

1. Pasar Sandang Tegal Gubuk

Sejumlah kendaraan besar dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah tersendat di depan Pasar Sandang Tegal Gubuk, Desa Tegal Gubuk, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019). Ini merupakan pasar tradisional pertama yang ditemui pemudik setelah melintasi perbatasan, dan menjadi potensi hambatan. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Sejumlah kendaraan besar dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah tersendat di depan Pasar Sandang Tegal Gubuk, Desa Tegal Gubuk, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019). Ini merupakan pasar tradisional pertama yang ditemui pemudik setelah melintasi perbatasan, dan menjadi potensi hambatan.

Pasar Tegal Gubuk adalah pasar yang khusus menjual kebutuhan sandang masyarakat. Pasar ini terletak di Desa Tegal Gubuk, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Lokasinya berjarak sekitar satu hingga dua kilometer dari titik perbatasan Kabupaten Indramayu dengan Kabupaten Cirebon.

Sebagian pedagang berjualan menggunakan kios di bagian dalam, sebagian lainnya menggunakan lapak yang berjejer di luar pasar, di sepanjang bahu Jalan Pantura bersama tukang becak serta pedagang kaki lima.

Lalu lalang warga yang hendak dan selesai membeli pakaian berpotensi menghambat laju kendaraan.

Baca juga: Ridwan Kamil Perintahkan Pemda Tertibkan Pasar Tumpah dan Delman Saat Arus Mudik

Pasar sandang ini beroperasi dua kali dalam satu minggu, yakni hari Selasa dan Sabtu. Pada dua hari terakhir, kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah terpantau cukup mengular.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjual Tanaman Hias Menjamur di Polewali Mandar

Penjual Tanaman Hias Menjamur di Polewali Mandar

Regional
Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan Demi Mengajar

Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan Demi Mengajar

Regional
Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Regional
Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Regional
Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Regional
Libur Panjang, 113.283 Kendaraan dari Jakarta Masuk ke Puncak Bogor

Libur Panjang, 113.283 Kendaraan dari Jakarta Masuk ke Puncak Bogor

Regional
Alasan Hari Libur, Polisi Dihalangi Saat Akan Periksa Napi Bandar Sabu di Lapas Pekanbaru

Alasan Hari Libur, Polisi Dihalangi Saat Akan Periksa Napi Bandar Sabu di Lapas Pekanbaru

Regional
Malu karena Hamil di Luar Nikah, Seorang Siswi SMA Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya di Depan Panti Asuhan

Malu karena Hamil di Luar Nikah, Seorang Siswi SMA Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya di Depan Panti Asuhan

Regional
Liburan Bersama Teman-teman, Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

Liburan Bersama Teman-teman, Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

Regional
Diduga Gangguan Jiwa, Sutejo Angkut Jenazah Ibunya Pakai Sepeda Motor

Diduga Gangguan Jiwa, Sutejo Angkut Jenazah Ibunya Pakai Sepeda Motor

Regional
Tim Polda Riau Ditolak Saat Hendak Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Tim Polda Riau Ditolak Saat Hendak Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Regional
Fakta Pria di Boyolali Bawa Jenazah Ibunya Pakai Bronjong, Jadi Viral dan Penjelasan Polisi

Fakta Pria di Boyolali Bawa Jenazah Ibunya Pakai Bronjong, Jadi Viral dan Penjelasan Polisi

Regional
Enam Jam Api Berkobar Hanguskan Ratusan Rumah di Kotabaru Kalsel

Enam Jam Api Berkobar Hanguskan Ratusan Rumah di Kotabaru Kalsel

Regional
Positif Covid-19 DIY Capai 82 Kasus, Terbanyak dari Bantul

Positif Covid-19 DIY Capai 82 Kasus, Terbanyak dari Bantul

Regional
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Panti Asuhan, Ternyata Dibuang Ibunya yang Masih SMA

Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Panti Asuhan, Ternyata Dibuang Ibunya yang Masih SMA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X