Cairkan Dana, 2500 Penerima PKH di Madiun Harus Bayar Biaya Transpor

Kompas.com - 23/05/2019, 09:25 WIB
CAIRKAN DANA--Warga Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun mengantri mencairkan dana PKH tahap kedua di Kantor Cabang Pembantu Bank BNI Caruban. Untuk mencairkan dana tersebut, warga dikenakan biaya transport hingga Rp 30.000 KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWICAIRKAN DANA--Warga Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun mengantri mencairkan dana PKH tahap kedua di Kantor Cabang Pembantu Bank BNI Caruban. Untuk mencairkan dana tersebut, warga dikenakan biaya transport hingga Rp 30.000


MADIUN, KOMPAS.com —Sebanyak 2.500 warga Kabupaten Madiun penerima dana Program Keluarga Harapan ( PKH) terpaksa mengeluarkan biaya transpor hingga Rp 30.000 untuk pencairan dana PKH di Kantor Cabang Pembantu Bank BNI Caruban.

Kondisi itu terjadi lantaran pihak Bank BNI tak lagi turun ke desa memberikan pelayanan pencairan dana PKH.

Pantuan Kompas.com di Bank BNI Caruban, Rabu ( 22/5/2019) nampak warga penerima PKH antri mengambil uang di halaman bank milik negera tersebut.

Untuk datang ke KCP Bank BNI Caruban, warga menumpang mobil carteran yang bisa menampung hingga 20 orang.

Baca juga: Bingkisan dari Ganjar Pranowo untuk Mereka yang Lulus Program PKH...

Setiap warga yang menggunakan jasa carter mobil rata-rata dikenakan biaya hingga Rp 30.000 untuk antar-jemput dari rumah ke kantor Bank BNI berjarak hingga 20 kilometer.

Warga terpaksa mengeluarkan biaya traspor agar bisa datang ke kantor Bank BNI untuk mencairkan dana PKH.

"Satu orang dikenakan biaya transpor sebesar Rp 30.000," kata Tina, penerima PKH dari Gemarang.

Setibanya di KCP Bank BNI, warga langsung mengantre di loket mobil Bank BNI yang parkir di halaman kantor tersebut. Untuk mengambil uang tunai PKH, warga diharuskan membawa buku tabungan sekaligus kartu ATM-nya.

Sebanyak 2.500-an warga penerima PKH yang berasal dari Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun dilayani pencairan dananya hingga lima hari ke depan.

Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH Gemarang Firdaus Anderson mengatakan, untuk pencairan dana PKH, pihak BNI memberikan tiga pilihan yakni di e warung (agen) ,pengambilan mandiri di kantor BNI dan pihak BNI datang ke desa.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditetapkan Tersangka, Oknum Polisi yang Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas Mengakui Perbuatannya

Ditetapkan Tersangka, Oknum Polisi yang Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas Mengakui Perbuatannya

Regional
Dianggap Sebarkan Berita Bohong, Tiga Petinggi Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara

Dianggap Sebarkan Berita Bohong, Tiga Petinggi Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara

Regional
Satu Korban Banjir Bandang Cicurug Sukabumi Masih dalam Pencarian

Satu Korban Banjir Bandang Cicurug Sukabumi Masih dalam Pencarian

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 September 2020

Regional
Sadis, Istri Dianiaya Suami dengan Golok hingga Jarinya Putus karena Cemburu, Ini Kronologinya

Sadis, Istri Dianiaya Suami dengan Golok hingga Jarinya Putus karena Cemburu, Ini Kronologinya

Regional
Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Regional
Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Regional
Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Regional
Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Regional
Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Regional
Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Regional
Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Regional
Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X