Warga Pandeglang Dikabarkan Meninggal Saat Ikut Aksi di Jakarta

Kompas.com - 22/05/2019, 19:58 WIB
Ilustrasi jenazah. Ilustrasi jenazah.

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Satu orang warga Pandeglang dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti aksi di Jakarta. Kabar meninggalnya tersebut ramai tersebar di media sosial dan pesan WhatsApp.

Dari kartu identitas yang tersebar di media sosial, korban bernama Abdul Aziz (26) dengan alamat Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Baca juga: Wali Kota Magelang Pastikan Tidak Ada Warga dan ASN yang Ikut Aksi 22 Mei

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono saat dikonfirmasi Kompas.com, membenarkan kabar meninggalnya Abdul Aziz. Namun ia tidak bisa memastikan apakah Abddul Azis meninggal saat mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta atau tidak.


"Kalau karena demo, kemudian kapan, dan kenapa meninggalnya, saya bukan kapasitas menjawab karena TKP di Jakarta," kata Indra saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (22/5/2019).

Indra mengatakan, pihaknya sudah datang ke rumah duka dan menyampaikan langsung bela sungkawa kepada pihak keluarga. Dia juga mengatakan sudah mendengarkan cerita dari orang tuanya soal kepergian Aziz ke Jakarta.

"Tadi ke rumah duka, disampaikan oleh orang tuanya jika yang bersangkutan izin ke orang tua untuk ikut aksi,"kata Indra.

Baca juga: Prajurit TNI Dihadiahi Bunga Mawar oleh Peserta Aksi 22 Mei

Soal penyebab meninggalnya Abdul Aziz, Indra mengaku belum mengetahui kepastiannya karena belum menerima informasi dari pihak keluarga yang menjemput jenazah korban dari Jakarta.

Saat ini, kata Indra, jenazah korban sudah tiba di rumah duka dan berdasarkan kesepakatan keluarga, akan langsung dimakamkan malam ini.

Terkait meninggalnya warga Pandeglang, Indra mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X