Cegah Kemacetan, Sejumlah "U-turn" di Karawang Ditutup Selama Musim Mudik

Kompas.com - 22/05/2019, 17:19 WIB
Petugas Satlantas Polres Karawang dibantu pihak terkait menutup u-turn di depan POM Bensin Klari, Karawang, Rabu (22/5/2019).KOMPAS.com/FARIDA FARHAN Petugas Satlantas Polres Karawang dibantu pihak terkait menutup u-turn di depan POM Bensin Klari, Karawang, Rabu (22/5/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Satlantas Polres Karawang menutup u-turn atau putar arah di sepanjang jalan arteri dari perbatasan Kabupaten Bekasi hingga Kabupaten Subang.

Penutupan itu dilakukan demi kelancaran arus lalu lintas bagi pemudik yang akan melintasi jalur pantai utara (pantura) Karawang.

"Mulai tanggal 22 Mei 2019 kita melakukan penutupan u-turn. Hari ini ada 7 u-turn terlebih dahulu yang kita tutup. Kita targetkan penutupan u-turn ini sebelum tanggal 29 Mei 2019," kata Kasatlantas Polres Karawang, AKP Bariu Bawana kepada Kompas.com, Rabu (22/5/2019).

Baca juga: ASN Sumut Dilarang Gunakan Mobil Dinas Saat Mudik Lebaran

Bariu mengatakan, penutupan u-turn akan dilakukan dari Terminal Tanjungpura, daerah perbatasan dengan Kabupaten Bekasi hingga Kecamatan Jatisari, perbatasan Kabupaten Subang. Sejumlah u-turn itu ditutup lantaran menjadi titik-titik yang menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

"Sebanyak 85 u-turn yang akan ditutup. Sedangkan yang kita buka dan gunakan putar balik, yakni sebanyak 7 u-turn," kata Bariu.

Sejumlah u-turn yang tidak ditutup di antaranya bunderan Kepuh, bunderan Charles, bunderan Masari, bunderan Pancawati, bunderan Dipo Pertamina, dan dua putar balik di Kecamatan Jatisari.

Penutupan u-turn tersebut dilakukan dengan memasang 117 buah water barrier, 310 buah cone, 40 railing, 3.720 buah tolo-tolo, 160 buah barrier beton, dan 30 buah rambu portable.

Baca juga: Musim Mudik Lebaran, Bus Tak Laik Jalan Akan Dikembalikan ke Pool

Berkaitan dengan penutupan tersebut, Bariu mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas dan tidak membuka kembali u-turn yang sudah ditutup. Hal itu demi keselamatan dan kepentingan bersama selama musim mudik lebaran kali ini.

"Karena sangat berbahaya, baik dari masyarakat sekitar maupun pemudik yang melintas," katanya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X