Kepri Usulkan Pembangunan Infrastruktur Senilai Rp 20 Triliun ke Pusat

Kompas.com - 22/05/2019, 16:40 WIB
The Canopi Bintan merupakan amenitas berbasis camping mewah atau glamour camping. Ini dikembangkan sebagai wujud konsep nomadic tourism dan ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Riau (Kepri).Dok. Humas Kementerian Pariwisata The Canopi Bintan merupakan amenitas berbasis camping mewah atau glamour camping. Ini dikembangkan sebagai wujud konsep nomadic tourism dan ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Riau (Kepri).

KOMPAS.com - Badan Perencanaan, Penelitian, Pengembangan Provinsi Keulauan Riau ( Kepri), mengusulkan program prioritas pembangunan infrastruktur ke pemerintah pusat dengan total anggaran sekitar Rp 20 triliun.

Usulan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Shangri-La Hotel Jakarta, 9 Mei 2019..

"Pembangunan infrastruktur yang diusulkan ini merupakan proyek skala prioritas dan strategis di Kepri," kata Kepala Barenlitbang Kepri, Naharuddin, seperti dikutip dari Antaranews, Senin (20/5/2019)

Baca juga: Rekapitulasi KPU: Jokowi-Maruf Amin Unggul 85.181 Suara di Kepri


Nahar merincikan, proyek infrastruktur prioritas yang diusulkan ke pusat, antara lain pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) yang saat ini sudah masuk dalam program nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kemudian, Bandara Internasional di Ranai, Kabupaten Natuna, pembangunan beberapa ruas jalan terutama di Kota Batam dan Kabupaten Bintan, serta "fly over" di Kota batam.

Baca juga: ASN Kepri Jadi Kurir 1,3 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi di Jambi

Selanjutnya, ada juga infrastruktur di sektor laut seperti pembangunan lanjutan Pelabuhan Batu Ampar, Batam yang berskala internasional.

"Kiranya usulan kita ini menjadi perhatian utama kementerian dan lembaga nantinya," ungkap Nahar.

Dia juga menambahkan, usai Musrenbangnas 2019, semua usulan dari daerah akan dibahas lebih lanjut oleh kementerian dan lembaga.

"Untuk musrenbangnas tahun 2019, usulan pembangunan infrastruktur masih mendominasi," katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X