Tiket Pesawat Mahal, Pariwisata Belitung Anjlok

Kompas.com - 22/05/2019, 16:12 WIB
Ilustrasi pesawat garuda.KOMPAS/AGUS SUSANTO Ilustrasi pesawat garuda.

BELITUNG, KOMPAS.com -  Wakil Bupati Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Isyak Meirobi memprediksi, ekonomi pariwisata bakal menorehkan catatan terburuk imbas mahalnya tiket pesawat.

"Negatif, dari usaha yang telah kami bangun sejak lima tahun terakhir, ini bisa menjadi yang terburuk," kata Isyak saat berbincang dengan Kompas.com, di Pulau Seliu, Rabu (22/5/2019).

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Pemudik di Sumsel Beralih Gunakan Kapal

Dia menuturkan, kenaikan harga tiket pesawat berdampak pada multisektor pariwisata. Mulai dari agen perjalanan, perhotelan hingga penjualan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Capaian omset UMKM yang tahun lalu mencapai hampir Rp 1 triliun, pada tahun ini diperkirakan anjlok hingga 50 persen.

"Tahun lalu omset UMKM Rp 900 miliar lebih, hampir Rp 1 triliun," ujar dia.

Baca juga: Warga Sumatera Barat ke Jakarta Diprediksi Sedikit karena Tiket Pesawat Mahal

Persoalan tiket pesawat, kata Isyak terus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Diharapkan ada upaya konkret sehingga perekonomian daerah tidak dirugikan.

Penurunan aktivitas ekonomi itu berbanding lurus dengan berkurangnya jumlah wisatawan yang hadir di Belitung.

Dari data Dinas Pariwisata Belitung, kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara, rata-rata turun 50 persen setiap bulannya.

Pada kondisi harga tiket murah, kunjungan ke Belitung bisa mencapai 35.000 orang setiap bulannya.



Terkini Lainnya


Close Ads X