[HOAKS] Video Suku Baduy Turun Gunung Ikut Aksi di Jakarta

Kompas.com - 22/05/2019, 14:28 WIB
Video viral suku Baduy turun gunung kepung Jakarta yang beredar di media sosial dan Youtube mulai 20 Maret 2019. Dok. Youtube Video viral suku Baduy turun gunung kepung Jakarta yang beredar di media sosial dan Youtube mulai 20 Maret 2019.
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan sejumlah massa yang disebut sebagai suku Baduy tengah berbondong-bondong ikut serta dalam aksi untuk menuntut keadilan atas kecurangan Pemilu 2019 beredar di situs berbagi video YouTube pada Senin (20/5/2019).

Video itu disebarkan ulang seolah-olah kejadian tersebut terjadi pada hari ini, Selasa (22/5/2019) di Jakarta.

Mengetahui hal itu, Kepolisian Lebak dan Kepala Desa Kanekes di Banten menjelaskan bahwa kabar video aksi unjuk rasa yang melibatkan Suku Baduy adalah hoaks.

Narasi yang beredar:

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, video aksi yang mendatangkan ribuan warga dari suku Baduy beredar di akun YouTube Sumatera News pada Senin (20/5/2019).

Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik ini, warga suku Baduy dinarasikan seolah ikut menuntut keadilan karena adanya kecurigaan atas kecurangan Pemilu 2019.

"Kini saat yang tepat tuntut keadilan bagi rakyat Indonesia,Selama ini suku Badui hanya berdiam diri dengan kondisi negara yang dianggap makin amburadul,kini ketika adanya kecurigaan atas kecurangan pemilu,suku Badui turun gunung keluar hutan menuntut keadilan....," tulis pengunggah dalam keterangan video.

Aksi segerombolan warga berduyun-duyun itu digambarkan memenuhi setengah jalan raya di Jakarta.

Hingga saat ini video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 540.000 kali.

Penelusuran Kompas.com:

Kepala Bagian Ops Polres Lebak, Banten, Kompol Adrian Tuuk menyampaikan bahwa kabar suku Baduy tergabung dalam aksi demo 22 Mei adalah tidak benar alias hoaks.

"Itu berita hoaks, tidakbenar warga Baduy berangkat ke Jakarta," ujar Kompol Adrian Tuuk kepada Kompas.com di Stasiun Rangkasbitung, Rabu (22/5/2019).

Faktanya, Adrian menyampaikan bahwa aksi dalam video tersebut sebenarnya adalah acara budaya Seba Baduy yang berlangsung pada 4 Mei 2019 lalu di Kabupaten Lebak, Banten.

Acara budaya tersebut dihadiri sekitar 1.000 warga Baduy datang ke Pendopo Bupati Lebak dan Gubernur Banten untuk menyampaikan hasil tani dan amanat sesepuh.

Akan tetapi, ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyebarkan ulang video tersebut dengan narasi yang berbeda seolah-olah warga Baduy berduyun-duyun ke Jakarta untuk ikut aksi demo 22 Mei 2019.

Baca juga: Viral Video Ribuan Suku Baduy Turun Gunung Kepung Jakarta, Ini Klarifikasi Polisi dan Kades

Selain itu, klarifikasi mengenai dugaan aksi yang dilakukan suku Baduy juga diklarifikasi oleh Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija.

Menurut dia, Suku Baduy tidak mungkin ikut demo ke Jakarta lantaran selama ini warga Baduy netral soal politik.

"Warga Baduy eweuh nu ka Jakarta milu demo (warga Baduy tidak ada yang ikut demo ke Jakarta), kami netral," ujar Saija.

Selain itu, peristiwa unjuk rasa yang dilakukan sejumlah massa di Jakarta sejak Selasa (21/5/2019) berubah menjadi kerusuhan pada Rabu (22/5/2019) dini hari.



HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain

Terkini Lainnya

Sutrisno, Penjual Mi Lidi Berdasi yang Sukses Curi Perhatian Pembeli

Sutrisno, Penjual Mi Lidi Berdasi yang Sukses Curi Perhatian Pembeli

Regional
Namanya Disebut-sebut Saksi 02 dalam Sidang MK, Ini Kata Moeldoko

Namanya Disebut-sebut Saksi 02 dalam Sidang MK, Ini Kata Moeldoko

Regional
Tukang Pijat Dibunuh Pelanggannya karena Terlalu Keras Memijat

Tukang Pijat Dibunuh Pelanggannya karena Terlalu Keras Memijat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sikap Jokowi Hadapi Tuduhan Prabowo-Sandi di Sidang MK | Sistem Zonasi PPDB Tuai Masalah

[POPULER NUSANTARA] Sikap Jokowi Hadapi Tuduhan Prabowo-Sandi di Sidang MK | Sistem Zonasi PPDB Tuai Masalah

Regional
Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan untuk Mantan Danjen Kopassus

Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan untuk Mantan Danjen Kopassus

Regional
Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Bupati Konawe Utara Menangis Saat Pemaparan Kondisi Banjir di Hadapan Menteri PUPR

Regional
33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

33 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Sarmi Papua

Regional
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional

Close Ads X