Jangan Ikut Aksi 22 Mei, Mahasiswa Bukan Alat Kepentingan Politik

Kompas.com - 22/05/2019, 12:27 WIB
Puluhan mahasiswa se-Jabodetabek yang tergabung dalam Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (PB SEMMI) saat membacakan deklarasi pernyataan sikap atas hasil penetapan KPU dan rencana aksi 22 Mei, di Hotel Pajajaran Suite, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/5/2019). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPuluhan mahasiswa se-Jabodetabek yang tergabung dalam Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (PB SEMMI) saat membacakan deklarasi pernyataan sikap atas hasil penetapan KPU dan rencana aksi 22 Mei, di Hotel Pajajaran Suite, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/5/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa se- Jabodetabek yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak turun dan terlibat dalam aksi 22 Mei.

Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia, Bintang Saputra mengatakan, mahasiswa seharusnya berada dalam garis netral dan tidak memihak kepada kepentingan elit politik.

"Kita juga menginginkan pemilu jujur adil ,tapi lebih penting bangsa ini. Karena kepentingan mahasiswa bukan kepentingan alat politik. Kepentingan mahasiswa merupakan kepentingan rakyat Indonesia," ucap Bintang, dalam acara Simposium Kebangkitan Mahasiswa Nasional, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

Baca juga: Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Para mahasiswa, sambung Bintang, juga meminta kepada masyarakat dan elit politik untuk menerima segala keputusan atas hasil pemilu 2019 yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

Ia pun mengatakan jika ada pihak-pihak yang tidak puas atas hasil pemilu dapat menempuh jalur hukum sesuai mekanisme yang ada.

"Menurut kami, itu masih ada jalur MK (Mahkamah Konstitusi) bila yang namanya terjadi ketidakpuasan terkait hasil pemilu yang sudah ditetapkan oleh KPU," kata Bintang.

Ia menegaskan mahasiswa juga tidak ingin bangsa ini dijadikan desktruktif oleh pihak-pihak tertentu yang mempunyai kepentingan.

Selain itu, kata Bintang, jangan sampai merusak tatanan demokrasi dengan cara-cara yang inkonstitusional.

"Bagi pihak-pihak yang sebenarnya tidak puas terkait hasil pemilu ini, bukan jalan untuk demokrasi sebenarnya. Jalan demokrasi yang sesungguhnya yaitu sesuai dengan konstitusi yang ada,. Itulah yang kami anjurkan," katanya dia.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa IAIN Jember Tolak Gerakan People Power

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengimbau mahasiswa tidak menggelar aksi pada 22 Mei. Imbauan tersebut telah disebar ke kampus-kampus.

Meski begitu, Nasir menyerahkan sepenuhnya bila kampus membuat aturan internal mengenai sanksi bagi yang tetap turun ke jalan. Kemeristekdikti menurutnya juga bisa memberikan sanksi ke perguruan tinggi bila melanggar netralitas.

"Kami tidak bertanggung jawab. Kami tidak akan bertanggung jawab pada mahasiswa yang turun ke jalan. Kami sudah ingatkan ke semua rektor," imbuhnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Terawan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Regional
Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Regional
Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Regional
Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Regional
Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X