Jelang Arus Mudik, Perbaikan Jalur Pantura Gresik-Lamongan Dikebut

Kompas.com - 22/05/2019, 10:10 WIB
Salah satu ruas jalan raya di jalur pantura dekat perbatasan Gresik-Lamongan, terlihat terus diperbaiki oleh petugas. KOMPAS.com / HAMZAHSalah satu ruas jalan raya di jalur pantura dekat perbatasan Gresik-Lamongan, terlihat terus diperbaiki oleh petugas.

GRESIK, KOMPAS.com - Menyambut mudik Lebaran, perbaikan terus dilakukan di Jalur Pantura yang ada di perbatasan Kabupaten Gresik-Lamongan, Jawa Timur.

Salah satu perbaikan yang terpantau tengah dikerjakan berada di Jalan Raya yang termasuk wilayah Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.

Petugas terlihat sedang melakukan perbaikan membersihkan gundukan aspal maupun menambal jalan yang berlubang.

Baca juga: Jelang Arus Mudik Lebaran, Jalur Pantura Cirebon Diperbaiki

Pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) mengatakan, pengerjaan perbaikan sepanjang jalan yang menghubungkan Gresik-Lamongan itu akan dikebut dan dijadwalkan rampung paling lambat H-10 sebelum Lebaran.

"Kami targetkan pengerjaan paling lambat memang sampai H-10, untuk menutup semua lubang dan perbaikan jalan bergelombang. Semoga perbaikan ini akan membantu pelaksanaan mudik dan arus balik dengan lancar," ucap Pejabat Pembuat Kebijakan (PPK) BBPJN VIII Surabaya, Merlan Efendi, Selasa (21/5/2019).

Baca juga: Kondisi Jalur Pantura di Perbatasan Jabar dan Jateng Masih Ditemukan Rusak

Dari pantauan di lapangan, proses pengerjaan perbaikan jalan raya di perbatasan Gresik-Lamongan juga melibatkan alat berat, dengan proses pengerjaan perbaikan dilakukan pada siang dan malam hari.

"Kalau diperbaiki seperti ini kan enak, enggak khawatir lagi ada kenapa-kenapa kalau nanti pas mudik atau saat arus balik," ujar salah seorang pengendara sepeda motor, Imam Hidayat (37).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Regional
Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Regional
Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Regional
Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Regional
Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Regional
Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X