Hilang Selama 20 Tahun, Pria Asal Garut Ditemukan Berkat Bantuan Google Translate

Kompas.com - 22/05/2019, 07:00 WIB
Agus Bustanul Arifin (45) (tengah), warga Garut, Jawa Barat yang ditemukan di Kota Madiun setelah hilang 20 tahun dari kampung halamannya dipulangkan melalui Stasiun Madiun. Dok.Bima PrimagaAgus Bustanul Arifin (45) (tengah), warga Garut, Jawa Barat yang ditemukan di Kota Madiun setelah hilang 20 tahun dari kampung halamannya dipulangkan melalui Stasiun Madiun.

Bima menjelaskan, mulanya keluarganya tidak yakin bahwa Agus yang ditemukan terlantar di Kota Madiun merupakan sosok Agus yang hilang sejak 20 tahun lalu.

Pasalnya, Agus yang dahulu dengan sekarang jauh berbeda.

“Kalau dahulu Agus agak gemukan sekarang menjadi kurusan dan lebih hitam,” ungkap Bima.

Bima mengungkapkan Agus merupakan anak dari tokoh di Desa Sindang Suka. Agus merupakan satu-satunya anak lelaki Abah Owi. Abah Owi merupakan salah satu anjengan atau kiai.

Kemudian setelah hilang, ibunya berpikir hingga sakit, sedangkan ayahnya meninggal.

Sebelum hilang, Agus yang mengalami gangguan jiwa dibawa ke pesantren yang merehabilitasi orang gangguan jiwa di Yogyakarta. Setelah direhabilitasi, kondisi Agus diperkirakan sudah membaik pada saat hendak Lebaran dan diarahkan untuk pulang.

Lalu Agus diantar pulang ke Terminal Jogja. Namun, saat itu Agus tidak sampai rumah. Keluarganya sempat mencari hingga lima tahunan, tapi tidak menemukan keberadaan Agus.

Keluarga sudah berusaha mencari kemana-kemana bahkan lapor polisi.

“Informasinya sebelum mengalami depresi, Agus menjadi tumpuan harapan bapaknya agar bisa melanjutkan tongkat kepemimpinan bapaknya. Diharapkan menjadi ustadz,” kata Bima.

Ditanya kemana saja 20 tahun Agus berkelana, Bima mengatakan tidak mengetahui pasti lantaran terkendala bahasa.

Hanya saja umumnya, orang yang mengalami gangguan jiwa hidupnya menggelandang.

“Kalau saya melihat kondisi Agus, tidak ada penolakan saat diberikan obat. Dengan demikian ada kemungkinan Agus pernah dirawat di RSJ,” ujar Bima.

Pengobatan

Menurut informasi dari keluarganya, jelas Bima, sakitnya Agus sudah lama menderita gangguan jiwa. Agus berperilaku temperamental sejak usai 20 tahunan. Keluarganya juga mencari solusi lantaran pengobatan jiwa tidak mudah seperti saat ini.

“Dahulu belum ada BPJS, sehingga kesulitan mau mengakses fasilitas kesehatan gratis. Akhirnya keluarga membawa Agus ke pondok pesantren yang menangani depresi,” ungkap Bima. 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longboat Terbakar Saat Mencari Ikan, 10 Nelayan Berlindung di Balik Rumpon

Longboat Terbakar Saat Mencari Ikan, 10 Nelayan Berlindung di Balik Rumpon

Regional
Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Regional
Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Regional
Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Regional
Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Regional
Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Regional
Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Regional
Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Regional
Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Regional
Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Regional
Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Regional
Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Regional
Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Regional
Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X