Hilang Selama 20 Tahun, Pria Asal Garut Ditemukan Berkat Bantuan Google Translate

Kompas.com - 22/05/2019, 07:00 WIB
Agus Bustanul Arifin (45) (tengah), warga Garut, Jawa Barat yang ditemukan di Kota Madiun setelah hilang 20 tahun dari kampung halamannya dipulangkan melalui Stasiun Madiun. Dok.Bima PrimagaAgus Bustanul Arifin (45) (tengah), warga Garut, Jawa Barat yang ditemukan di Kota Madiun setelah hilang 20 tahun dari kampung halamannya dipulangkan melalui Stasiun Madiun.

MADIUN, KOMPAS.com - Ketua Yayasan Citra Paramita Zwastika, Bima Primaga Yudha, tak menyangka sosok pria penderita gangguan jiwa yang ditemukan di area parkir saat acara safari Ramadhan wali kota Madiun, Selasa (13/5/2019), merupakan orang yang dicari keluarganya hingga puluhan tahun lamanya.

Sosok Agus Bustanul Arifin (45), warga Desa Sindang Suka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu dinyatakan hilang oleh keluarganya selama 20 tahun.

Agus hilang saat hendak dipulangkan dari sebuah pondok rehabilitasi orang gangguan jiwa di Yogyakarta. Keluarga Agus sempat mencari pria itu hingga lima tahun ke berbagai tempat.

Namun, tak satupun yang mengetahui keberadaan jejak Agus. Setelah mencari begitu lama dan tidak mendapatkan petunjuk, keluarga akhirnya pasrah.

Pekan lalu jejak Agus yang 20 tahun menghilang akhirnya terendus. Agus teridentifikasi keberadaanya setelah diamankan petugas Satpol PP di sebuah area parkir. Saat ditemukan, Agus nampak gelisah.

“Kemarin pada tanggal 13 Mei kami mendapatan kiriman dari Satpol PP Kota Madiun seorang pria yang mengalami gangguan jiwa dalam kondisi gelisah. Pria bernama Agus Bustanul dengan kondisi gangguan jiwa itu ditemukan di area parkir. Setelah dibawa ke dinas sosial, didata, dan dilakukan pengobatan akhirnya pasien yang gelisah lebih tenang,” ujar Bima kepada Kompas.com, Selasa (21/5/2019).

Baca juga: Kisah Painah, Berjualan Jamu Gendong di Usia Senja Agar Bisa Makan

Bima mengatakan, untuk berkomunikasi dengan Agus tidaklah gampang. Agus hanya mampu berbahasa Sunda. Padahal tim ingin menggali asal usul Agus agar bisa diketahui keluarganya.

Tak kehilangan akal, timnya menggunakan aplikasi Google Translate yang bisa menerjemahkan bahasa Sunda ke bahasa Indonesia.

Meski terjemahannya agak kaku, Agus masih mengingat dari mana dia berasal. Agus menyebut asal tinggalnya berada di Cigadok-Cibatu.

“Saya berusaha menggunakan aplikasi Google Translate karena bisa menerjemahkan dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia. Kemudian kami menggunakan aplikasi tersebut dan berlahan-lahan menanyakan kepada Agus walaupun sedikit kaku. Dia menyampaikan asal daerahnya di Cigadok,Cibatu,” kata Bima.

Baca juga: Kisah Perjuangan Alyza, Anak Tukang Sampah yang Diterima Kuliah di UGM

Setelah mengetahui asal-usul Agus, Bima lalu membuat video yang menampilkan sosok Agus disertai suaranya.

Dalam video itu Agus menyebut asal-usulnya dari Kabupaten Garut. Setelah video itu jadi, dishare ke Facebook di grup wilayah Garut. Harapannya, barangkali orang Garut atau Cibatu minimal mengetahui keberadaan dan mengenal Agus.

Tak lama kemudian, seorang dari sebuah akun Facebook menghubunginya dan menanyakan perihal ciri-ciri Agus. Pemilik akun kemudian menghubungi Bima dengan telepon video dan memastikan Agus itu benar-benar warga Cibatu.

Kemudian dilakukan video call, ternyata benar. Lalu keluarganya datang ke Madiun, Jumat (17/5/2019) lalu.

Keluarga tak yakin

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Pemeras Pacar hingga Rp 42 Juta di Sumbar Juga Ancam Sebar Foto Bugil Wanita Lain di Palembang, Korban Rugi Rp 80 Juta

Pria Pemeras Pacar hingga Rp 42 Juta di Sumbar Juga Ancam Sebar Foto Bugil Wanita Lain di Palembang, Korban Rugi Rp 80 Juta

Regional
Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah Satu Orang

Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah Satu Orang

Regional
Kisah Ajudan Wagub Sumut Terpapar Covid-19, Pulang dari Jakarta, Syok Saat Dinyatakan Positif Corona

Kisah Ajudan Wagub Sumut Terpapar Covid-19, Pulang dari Jakarta, Syok Saat Dinyatakan Positif Corona

Regional
Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Regional
Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Regional
Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Regional
Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Regional
Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Regional
Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Regional
Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Regional
Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Regional
Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Regional
Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Regional
Minimalisir Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Wajibkan Warga Pakai Masker Kain

Minimalisir Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Wajibkan Warga Pakai Masker Kain

Regional
Ridwan Kamil Siapkan Hotel Grand Preanger untuk Tempat Tinggal Para Tenaga Medis

Ridwan Kamil Siapkan Hotel Grand Preanger untuk Tempat Tinggal Para Tenaga Medis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X