Polres Manokwari Gerebek Pabrik Miras Oplosan di Marampa

Kompas.com - 22/05/2019, 06:54 WIB
 Pabrik pembuatan minuman keras (Miras) oplosan, jenis Cap Tikus (CT), yang digrebek oleh SatNarkoba Polres Manokwari, Rabu (22/5/2019), dini hari. Kompas.Com/ Budy Setiawan Kontributor Kompas TV Manokwari Pabrik pembuatan minuman keras (Miras) oplosan, jenis Cap Tikus (CT), yang digrebek oleh SatNarkoba Polres Manokwari, Rabu (22/5/2019), dini hari.


MANOKWARI, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Manokwari menggerebek pabrik pembuatan minuman keras (miras) oplosan jenis Cap Tikus (CT), Rabu (22/5/2019), dini hari.

Sebelum dilakukan penggerebekan, tim dari Satnarkoba terlebih dahulu melakukan penyelidikan terhadap rumah yang terletak di Kompleks Marampa, Sowi IV, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Baca juga: Polisi Gerebek Pesta Miras Oplosan di Cianjur, 12 Orang Diamankan

Hasilnya, petugas mengamankan satu orang berikut barang bukti. Pelaku bernama Hafiadi (32), asal Kabupaten asal Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Barang bukti yang disita yakni lima drum berisi gula merah yang sudah dicampur air, fermipan dan gula pasir, yang siap disuling, alat suling serta beberapa bungkus plastik miras yang siap edar.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi menuturkan, penggerebekan ini berawal dari informasi masyarakat yang menduga adanya kegiatan mencurigakan di rumah tersebut. Dari informasi itu, kemudian polisi melakukan penyelidikan.

“Pelacakan pelaku ini sudah dilakukan selama dua hari, mulai dari pembeli hingga ditemukan pabrik penyulingannya,” ungkap Adam.

Adam mengatakan, dari pengakuan tersangka, sehari dirinya bisa menghasilkan satu galon minuman Cap Tikus yang dijual dengan harga Rp 1.500.000, dan pekerjaan ini sudah dilakukan selama dua minggu.

Baca juga: Tiga Orang Meninggal akibat Miras Oplosan, Kapolres Trenggalek Bentuk Tim Gabungan

“Jadi, cara tersangka memasarkan hasilnya, tinggal menunggu orderan dari luar dan siap diantar bila ada pemesan,” ujar Adam.

Akibat perbuatannya, tersangka dapat dikenakan UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan hukuman penjara maksimal lima tahun dan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Regional
Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Regional
Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X