Pelaku Pembunuhan Bocah 10 Tahun Tertangkap karena Kelaparan

Kompas.com - 21/05/2019, 19:25 WIB
Kanit I Resmob Polres Bone, Sulawesi Selatan tengah memaparkan kronologis penangkapan pelaku pembunuhan terhadap seorang bocah di Posko Resmob Unit I Jalan Benteng, Kecamatan Watampone, Kabupaten Bone. KOMPAS.com / ABDUL HAQKanit I Resmob Polres Bone, Sulawesi Selatan tengah memaparkan kronologis penangkapan pelaku pembunuhan terhadap seorang bocah di Posko Resmob Unit I Jalan Benteng, Kecamatan Watampone, Kabupaten Bone.


BONE, KOMPAS.com - Pelaku.pembunuhan terhadap seorang bocah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan akhirnya ditangkap polisi.

Pelaku berhasil ditangkap lantaran kelaparan dan pulang ke rumahnya meski selama lebih 24 jam warga setempat dan aparat kepolisian melakukan pencarian.

BF (19), pelaku.pembunuhan terhadap MAM (10), bocah kelas empat sekolah dasar akhirnya tertangkap.

Baca juga: Usai Rekontruksi Pembunuhan Calon Pendeta di OKI, Dua Pelaku Minta Maaf

BF dibekuk aparat kepolisian dengan perlawanan saat polisi menggerebek rumahnya di Dusun Cinnong, Desa Sappewalie, Kecamatan Ulaweng pada pukul 03.00 Wita Senin, (20/5/2019).

"Pelaku memang licin dan kabur ke hutan namun akhirnya kami berhasil tangkap berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa tersangka berada di sekitar rumahnya," kata Aipda Achmad Alfian, Kanit I Resmob Polres Bone yang dikonfirmasi langsung Kompas.com pada Selasa, (21/5/2019).

Saat dibekuk, AF melakukan perlawanan dan berusaha memanjat dinding kayu rumahnya. Dua peluru bersarang di kakinya lantaran kabur saat digelandang polisi.

Motif pelaku melakukan pembunuhan lantaran korban berteriak dan mengancam melaporkan peristiwa pencabulan yang dialaminya kepada orangtuanya.

Jasad MAM sendiri ditemukan mengapung di sungai Dusun Cinnong, Desa Sappewalia pada pukul 00.00 Wita, Minggu (19/5/2019).

Baca juga: Polisi Bekuk 2 Tersangka Pembunuhan Mayat di Sungai Cimpu

Dugaan warga setempat, korban tewas tenggelam. Namun, aparat kepolisian yang melakukan penyelidikan menemukan kejanggalan pada jasad korban dimana terdapat sejumlah luka bekas senjata tumpul hingga akhirnya berhasil membekuk AF.

"Dari pengakuan tersangka bahwa korban terlebih dahulu disodomi lalu dibunuh setelah itu mayat korban dibuang ke sungai," kata Aipda Achmad Alfian.

Kini, AF mendekam di sel tahanan Mapolres Bone dan terancam Pasal 338 Juncto Undang- Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X