Tim Mudik Gesit Kompas: Jabar Dilewati 3,7 Juta Pemudik hingga e-Toll Sebabkan Antrean Kendaraan

Kompas.com - 21/05/2019, 17:36 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Jabar Heri Antasari saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kepala Dinas Perhubungan Jabar Heri Antasari saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, beberapa waktu lalu.

BANDUNG, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat ( Jabar) terus melakukan persiapan untuk menyambut arus mudik dan balik 2019.

Seperti diketahui, Badan Penelitian dan Pembanguan memprediksi jumlah pemudik tahun 2019 mencapai 18,2 juta orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 10-12 persen dari tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, 14,9 juta pemudik berasal dari Jabodetabek.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar Heri Antasari mengatakan, 3,7 juta pemudik dari Jabodetabek akan melintas di wilayah Jawa Barat.


Dari jumlah itu, 1,7 juta pemudik diprediksi menggunakan jalur Tol Pantai Utara (Pantura). Sementara 1,2 juta pemudik akan menggunakan jalur nontol Pantura.

"Sisanya ada yang jalur tengah, jalur selatan total sekitar 500.000 lebih," ucap Heri di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (21/5/2019).

Baca juga: Tim Mudik Gesit Kompas: Hampir 50 Titik Kemacetan Tersebar di Jabar

Heri mencatat, ada sejumlah kondisi yang berpotensi menyebabkan kemacetan. Salah satunya, penerapan e-toll secara penuh yang akan berpengaruh terhadap mekanisme antrean.

"Hasil review kita juga, diterapkannya e-tol secara penuh sehingga mekanisme antrean juga terpengaruh. Kemudian ada pemindahan gate Cikarang Utama ke KM 70 dan KM untuk arah Bandung. Ini berbeda dengan tahun lalu yang di KM 29 Cikarang Utama sebagai pintu transaksi taping e-toll," ungkapnya.

Ia menambahkan, ada potensi lonjakan pemudik yang disebabkan masih tingginya harga tiket pesawat.

"Menhub menyampaikan pasti ada pengaruh dari kenaikan harga tiket pesawat sehingga kenaikan 10-12 persen dikontribusi untuk pemudik daerah Jawa menggunakan jalur darat," kata Heri.

Baca juga: Tim Mudik Gesit KOMPAS: Dishub Cirebon Intensif Cek Bus Jelang Mudik  

Selain itu, Heri juga mencermati rencana sistem satu arah yang bakal berpengaruh terhadap jalur arteri disejumlah wilayah di Jabar.

Dia menilai, dengan diberlakukannya one way system pada musim mudik balik tahun ini akan berpengaruh terhadap jalur arteri jalan provinsi maupun kota kabupaten alternatif yang akan jadi limpasan sistem one way.

Sisten satu arah juga mendesak pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas lalu lintas yang hingga saat ini belum optimal.

Ia mengimbau kepada para pengusaha agar bisa membantu pemerintah dalam penyediaan rambu lalu lintas darurat di jalur alternatif.

"Kita akan mengeluarkan surat imbauan kepada baik BUMD mungkin juga swasta yang ingin berpartisipasi memasang rambu darurat tentutnya berdasarkan supervisi dari Dishub Jabar maupun kota kabupaten. Nanti akan ada rambu tambahan seperti papan, spanduk, itu akan kita kerahkan dan kita imbau," jelasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Regional
Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Regional
Close Ads X