Ketum PP Muhamamdiyah Imbau Masyarakat Tak ke Jakarta untuk Ikut Aksi 22 Mei

Kompas.com - 21/05/2019, 12:55 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis (7/2/2019).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis (7/2/2019).

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Pendukung Prabowo-Sandi rencananya akan mengelar aksi pada 22 Mei besok di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Jakarta. Di perkirakan pendukung dari luar Jakarta juga akan menggikuti aksi di Jakarta ini.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak berangkat ke Jakarta.

"Sebaiknya tidak perlu berangkat ke Jakarta, apalagi di bulan Ramadhan. Kalau ingin menyampaikan aspirasi, sampaikan di tempat masing-masing," ujarnya di Kantor Kepatihan, Selasa (21/05/2019).


Baca juga: Ketum PP Muhammadiyah: Ada Kecurangan Terkait Pemilu Bawa ke Mahkamah Konstitusi

Bagi masyarakat yang menyampaikan aspirasi di ruang publik, Haedar Nasir berpesan agar menyampaikan aspirasi dengan damai, tidak melanggar aturan dan konstitusi yang dapat merugikan kehidupan keutuhan dan kebersamaan sebagai bangsa.

Bagi aparat dalam menyikapi aspirasi yang berkembang, juga harus seksama sesuai konstitusi dan tidak represif.

"Kami juga menghimbau, mengajak seluruh masyarakat agar tetap tenang, dewasa dan menghormati keputusan konstitusional ini seraya menciptakan situasi damai bersatu dan melangkah ke depan secara kolektif," ungkapnya.

Baca juga: 6 Alasan untuk Tidak Perlu ke Jakarta untuk Aksi 22 Mei 2019

Haedar Nashir mengajak seluruh umat Islam di Indonesia menjaga suasana bulan Ramadhan. Selain itu menjadikan bulan Ramadhan ini untuk refleksi diri, menahan dari segala macam hal yang dapat merusak nilai-nilai puasa.

Para pejabat negara di semua tingkatan juga harus menahan diri agar tidak membuat pernyataan-pernyataan yang bisa memancing suasana panas dan kemudian menimbulkan pro kontra di masyarakat.

"Jadi rakyat berpuasa dari berbagai langkah ucapan dan ujaran, tetapi para pejabat negara juga berpuasa dari berbagai ucapan langkah dan pernyataan," ungkapnya.

Baca juga: Hendak Ikut Aksi 22 Mei, 2 Bus di Tol Madiun-Surabaya Diamankan Polisi

Sehingga nantinya yang peroleh mandat akan dengan nyaman menunaikan amanat bangsa negara yang amat berat ini.

Bagi yang belum memperoleh amanat dan mandat pun bisa legowo, tetap berbakti kepada bangsa dan negara.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X