8 PSK Terjaring Razia di Surabaya Terindikasi Positif Mengidap HIV

Kompas.com - 20/05/2019, 23:20 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS thinkstock/vchalIlustrasi HIV/AIDS

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 14 Pekerja Seks Komersial ( PSK) terjaring razia di kawasan Stasiun Wonokromo, Surabaya, Sabtu (18/5/2019) malam dan Minggu (19/5/2019) dini hari.

Razia itu dilakukan oleh petugas gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terdiri dari Satpol PP, Linmas, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.

Dari 14 PSK yang terjaring razia itu, delapan di antaranya terindikasi positif Human Immunodeficiency Virus ( HIV).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, dari 14 PSK yang terjaring razia itu, langsung dilakukan pemeriksaan tes urine di lokasi. Hasilnya, delapan orang positif terjangkit HIV.

Baca juga: 5 Fakta Ancaman HIV/AIDS di Grobogan, 1.153 Orang Positif hingga Seorang Dokter Terjangkit

Setelah dilakukan pendataan, mereka diketahui berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, yakni Kediri, Tulungagung, Gresik, Nganjuk dan Malang, dengan usia rata-rata di atas 30 tahun.

"Saat ini mereka ditempatkan di Liponsos Keputih untuk dilakukan pembinaan dan pengobatan berupa Acute Retroviral Syndrome (ARV), sebelum nanti mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing," kata Febria, di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin (20/5/2019).

Febria mengaku, akan terus melakukan penyuluhan dan pemeriksaan ke sekolah-sekolah, bahkan tempat-tempat hiburan malam.

Dengan begitu, masyarakat akan sadar dan mendapatkan edukasi tentang bahaya penyebaran virus HIV itu.

"Kami selalu melakukan penyuluhan-penyuluhan di SD, SMP, SMA dan lintas sektor. Kemudian di beberapa hiburan malam, kalau tim pengawasnya ada dari Dinkes, LSM dan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia)," ujar dia.

Ia menegaskan, Pemkot Surabaya bersama jajaran juga rutin melakukan razia ke tempat-tempat hiburan malam setiap tiga bulan sekali.

"Setiap ada razia itu langsung kami periksa (tes urine) di tempat. Baru setelah itu jika terindikasi positif HIV, maka akan kami bawa ke Liponsos," ujar dia.

Perempuan berkerudung ini mengungkapkan, penularan virus HIV bisa melalui beberapa faktor, di antaranya jarum suntik, seks bebas, dan hubungan sesama jenis.

Namun, jika hanya sekadar bersentuhan tangan dengan pengidap HIV, orang tersebut tidak akan tertular.

Baca juga: Jumlah Penderita HIV/AIDS di Kulon Progo Meningkat Drastis

Ia menyebut, obat ARV tidak bisa menyembuhkan pengidap HIV/AIDS, namun bisa menekan perkembangbiakan virus, sehingga usia harapan hidup bisa diperpanjang.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M Fikser menambahkan, Pemkot Surabaya secara intensif melakukan razia ke tempat-tempat yang terindikasi ada praktek prostitusi dan penyebaran HIV/AIDS, seperti di Wonokromo, stasiun-stasiun dan eks lokalisasi.

Tak hanya itu, pihaknya mengklaim juga rutin melakukan razia ke rumah indekos untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan adanya virus HIV.

"Kalau di kos-kosan tidak terlalu banyak. Kami tekankan di daerah yang kami curigai berdasarkan informasi, maka kami lakukan yustisi, sekaligus diikuti dengan pemeriksaan kesehatan," kata Fikser.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Inpres Soal Denda Tak Pakai Masker Sedang Disiapkan

Ridwan Kamil: Inpres Soal Denda Tak Pakai Masker Sedang Disiapkan

Regional
Selama Penerapan PSBB, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Tegal Menurun

Selama Penerapan PSBB, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Tegal Menurun

Regional
Kasus Covid-19 di Ponorogo Tembus 114 Orang, Terbanyak dari Klaster Pondok Gontor

Kasus Covid-19 di Ponorogo Tembus 114 Orang, Terbanyak dari Klaster Pondok Gontor

Regional
Update Banjir Bandang Luwu Utara, Korban Bertambah Jadi 32 Orang

Update Banjir Bandang Luwu Utara, Korban Bertambah Jadi 32 Orang

Regional
Kapolda Banten Larang Pengumpulan Warga Saat Pembagian Daging Kurban

Kapolda Banten Larang Pengumpulan Warga Saat Pembagian Daging Kurban

Regional
Bali Gelar Donor Plasma Darah untuk Terapi Lawan Corona

Bali Gelar Donor Plasma Darah untuk Terapi Lawan Corona

Regional
12 Tahanan di Polres Kudus Positif Virus Corona, Tertular Tahanan Judi

12 Tahanan di Polres Kudus Positif Virus Corona, Tertular Tahanan Judi

Regional
Bawaslu Jateng Keluhkan KPU Kurang Transparan soal Data Pemilih

Bawaslu Jateng Keluhkan KPU Kurang Transparan soal Data Pemilih

Regional
Ada Tamu Positif Covid-19, Dua Hotel di Solo Ditutup 7 Hari

Ada Tamu Positif Covid-19, Dua Hotel di Solo Ditutup 7 Hari

Regional
Tambah 15, Total 38 Santri Pondok Gontor Dinyatakan Positif Covid-19

Tambah 15, Total 38 Santri Pondok Gontor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Ini Imbauan Risma kepada Takmir Masjid dan Petugas Pemotong Hewan Kurban

Ini Imbauan Risma kepada Takmir Masjid dan Petugas Pemotong Hewan Kurban

Regional
Pengumuman Rekomendasi Calon Wali Kota Solo dari PDI-P Diumumkan Besok, Gibran: Mohon Doanya Agar Dilancarkan

Pengumuman Rekomendasi Calon Wali Kota Solo dari PDI-P Diumumkan Besok, Gibran: Mohon Doanya Agar Dilancarkan

Regional
Ridwan Kamil Akui Pandemi Covid-19 Ganjal Realisasi Janji Kampanyenya

Ridwan Kamil Akui Pandemi Covid-19 Ganjal Realisasi Janji Kampanyenya

Regional
Ditanya Sedang Apa di Dalam Avanza Bergoyang, Pasangan Ini Banyak Alasan

Ditanya Sedang Apa di Dalam Avanza Bergoyang, Pasangan Ini Banyak Alasan

Regional
Persetubuhan Anak di Banyumas Terungkap, Orangtua Curiga Buah Hatinya Murung

Persetubuhan Anak di Banyumas Terungkap, Orangtua Curiga Buah Hatinya Murung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X