8 PSK Terjaring Razia di Surabaya Terindikasi Positif Mengidap HIV

Kompas.com - 20/05/2019, 23:20 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS thinkstock/vchalIlustrasi HIV/AIDS

"Setiap ada razia itu langsung kami periksa (tes urine) di tempat. Baru setelah itu jika terindikasi positif HIV, maka akan kami bawa ke Liponsos," ujar dia.

Perempuan berkerudung ini mengungkapkan, penularan virus HIV bisa melalui beberapa faktor, di antaranya jarum suntik, seks bebas, dan hubungan sesama jenis.

Namun, jika hanya sekadar bersentuhan tangan dengan pengidap HIV, orang tersebut tidak akan tertular.

Baca juga: Jumlah Penderita HIV/AIDS di Kulon Progo Meningkat Drastis

Ia menyebut, obat ARV tidak bisa menyembuhkan pengidap HIV/AIDS, namun bisa menekan perkembangbiakan virus, sehingga usia harapan hidup bisa diperpanjang.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M Fikser menambahkan, Pemkot Surabaya secara intensif melakukan razia ke tempat-tempat yang terindikasi ada praktek prostitusi dan penyebaran HIV/AIDS, seperti di Wonokromo, stasiun-stasiun dan eks lokalisasi.

Tak hanya itu, pihaknya mengklaim juga rutin melakukan razia ke rumah indekos untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan adanya virus HIV.

"Kalau di kos-kosan tidak terlalu banyak. Kami tekankan di daerah yang kami curigai berdasarkan informasi, maka kami lakukan yustisi, sekaligus diikuti dengan pemeriksaan kesehatan," kata Fikser.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X