Seorang Pemuda Dikeroyok Hingga Tewas, Polisi Tetapkan 9 Orang Jadi Tersangka

Kompas.com - 20/05/2019, 19:42 WIB
Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andhana saat memberikan keterangan sejumlah wartawan di kawasan Mapolres Trenggalek Jawa Timur. KOMPAS.com/SLAMET WIDODOKasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andhana saat memberikan keterangan sejumlah wartawan di kawasan Mapolres Trenggalek Jawa Timur.

TRENGGALEK,KOMPAS.com – Polres Trenggalek Jawa Timur, menetapkan sembilan pemuda sebagai tersangka pengeroyokan salah satu warga kecamatan Panggul kabupaten Trenggalek pada Minggu (20/05/2019) dinihari lalu, hingga meninggal dunia.

Sebelumnya polisi mengamankan 17 orang yang diduga ikut melakukan pengeroyokan.

Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan secara maraton kepada 21 saksi. Sementara 12 orang yang diamankan telah dipulangkan ke rumahnya di Kecamatan Panggul, Trenggalek karena hanya sebagai saksi dan saat kejadian berada di lokasi pengeroyokan.

“Awal sebanyak 17 orang terlapor yang kami amankan untuk menjalani pemeriksaan. Kemudian mengembang dan bertambah 4 orang lagi,” terang Kasatreskrim AKP, Sumi Andhana.


Baca juga: Diduga Melakukan Pengeroyokan Hingga Tewas, 17 Pemuda Diamankan Polisi

Semua tersangka adalah warga desa Wonocoyo kecamatan Panggul. Sedangkan untuk motif pengroyokan itu sendiri masih dalam proses pendalaman polisi.

“Para pelaku semuanya tidak ada yang dibawah umur. Kategori pelaku sudah dewasa, “ terang Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andhana.

Terkait isu beredar yang mengatakan pengeroyokan dilakukan karena korban melakukan pencurian, polisi masih belum membenarkan karena tidak ada barang bukti yang mengarah ke isu tersebut.

Saat ini polisi masih terus melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka untuk mengetahui secara pasti motif pengeroyokan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

"Itu rumor lo ya. Kami tidak berani mengomentari. Yang pasti, seperti apa yang dirumorkan, tidak diketahui dan belum bisa dipastikan kebenarannya. Barang bukti juga tidak ada," ujar Sumi.

Baca juga: Polisi Pastikan Penanganan Kasus Pengeroyokan Anak hingga Tewas Sesuai Prosedur

Selain itu polisi juga baru menerima hasil autopsi jenazah korban yang dilakukan oleh tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Namun, untuk detail hasil autopsi masih belum dibuka ke publik.

“Hasil sementara (autopsi) itu belum bisa dijabarkan. Hasil sementara untuk kepentingan teknis penyidikan,” terang Sumi.

Diberitakan sebelumnya, korban bernama Deni Kurnia Sandi (17) warga desa Wonocoyo kecamatan Panggul kabupaten Trenggalek ditemukan tergeletak di area Taman Balaikota Panggul, Minggu (19/05/2019) dini hari menjelang makan sahur.

Korban yang masih hidup dan sempat menjalani perawatan medis di Puskesmas Panggul sebelum meninggal dunia.

“Sementara barang bukti yang kita amankan berupa baju korban, telepon genggam, serta barang bukti lainnya,” pungkas Sumi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Regional
Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Regional
Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Regional
Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Regional
Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Regional
Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Regional
Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Regional
“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Regional
Gara-gara 'TeLe ApIK' Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Gara-gara "TeLe ApIK" Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Regional
7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

7 Tahanan Kabur dari Polsek Peusangan Bireuen Dibantu 2 Wanita

Regional
Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Regional
Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Pembunuh Sopir Mobil Rental Divonis Mati, Kejari Garut Akan Banding

Regional
Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Dibesuk Mendikbud, Frans, Siswa SMP Wamena Ceritakan Saat Wajahnya Alami Luka Bakar karena Tolak Ikut Demo

Regional
Harimau Muncul di Kebun Sawit Resahkan Warga

Harimau Muncul di Kebun Sawit Resahkan Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X