Ajak Petinggi OPM Kembali Ke NKRI, 10 Prajurit Naik Pangkat

Kompas.com - 20/05/2019, 18:55 WIB
Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring, sedang memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa kepada sepuluh prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan Skouw, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/05/2019)KOMPAS.com/Dhias Suwandi Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring, sedang memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa kepada sepuluh prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan Skouw, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/05/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Sepuluh prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa atas prestasi mereka selama bertugas di wilayah perbatasan Indonesia- Papua Nugini yang ada di Kota Jayapura, Papua.

Prestasi yang ditorehkan sepuluh prajurit tersebut adalah mereka berhasil mengajak delapan orang anggota  Organisasi Papua Merdeka ( OPM) kembali ke NKRI.

Selain itu, mereka juga berhasil membujuk kedelapan orang tersebut untuk menyerahkan senjata organik jenis M16 dan tujuh butir amunisi kaliber 5,56 mm,  pada 25 Januari 2019 lalu di Skouw, perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Baca juga: Mantan Gerindra Roberth Rouw Raih Suara Terbanyak untuk DPR RI Dapil Papua

Kenaikan pangkat luar biasa tersebut diberikan langsung oleh Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring, di Aula Tonny A. Rompis, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/05/2019).

"Mereka berhasil mengajak petinggi OPM. Dia kepala Logistik yang dulunya di PNG kemudian kembali ke NKRI dan membawa senjata M16," ujarnya.

Langkah-langkah persuasif, terang Yosua, selalu dikedepankan aparat saat menjalankan misi

Sepuluh prajurit yang diantaranya delapan orang dari Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif Para Raider 328/Dirgahayu dan dua orang Prajurit Korem 172/PVY, berhasil menunjukan jika tanpa ada kontak senjata, TNI dapat merebut simpati dari lawannya.

"Ini adalah bentuk prestasi, dan kepiawaian unsur pimpinan dan anggotanya untuk melakukan pendekatan humanis, teritorial sehingga membuat lawan bisa menjadi kawan," tuturnya.

Baca juga: Jokowi: Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 Harga Mati

Sertu Muhammad Bakti Yulada, salah satu prajurit yang menerima kenaikan pangkat luar biasa mengatakan dia melakukan pendekatan selama dua bulan untuk dapat mebujuk kedelapan anggota OPM tersebut kembali ke NKRI.

Ia mengakui, dari sisi ekonomi, delapan anggota OPM anak buah Mathias Wenda, Panglima Tentara Revolusi West Papua (TRWP) tersebut berada dalam kondisi kekurangan.

"Pendekatannya kita datang ke sana bawa bahan makanan dan mereka terima," ucapnya.

Dengan prestasi tersebut, Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring meminta para prajurit yang bertugas diperbatasan tidak berpuas diri karena wilayah yang mereka jaga merupakan lokasi vital.

"Utamanya yang di perbatasan ini, harus lebih bagus lagi jaga teritorial dengan baik. Bina masyarakat sekitar dan perketat peredaran barang ilegal, semisal ganja dan lainnya. Termasuk jaga patok batas. Jangan sampai ada yang kasih geser -geser. Entek nanti," katanya.



Terkini Lainnya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional
Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Regional
Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Regional
Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Regional
Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Regional
Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Regional
Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Regional
Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Tagih Janji Kampanye Gubernur Sulteng Sejak 2016

Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Tagih Janji Kampanye Gubernur Sulteng Sejak 2016

Regional

Close Ads X