Klarifikasi PLN Soal Tiang Listrik Hambat Pengaspalan Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-Timor Leste

Kompas.com - 20/05/2019, 16:09 WIB
Tiang listrik berada di tengah badan jalan, ganggu pembangunan jalan Sabuk Merah Perbatasan di Kabupaten Belu, NTT. KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERETiang listrik berada di tengah badan jalan, ganggu pembangunan jalan Sabuk Merah Perbatasan di Kabupaten Belu, NTT.

KUPANG, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) memberikan klarifikasi terkait tiang listrik miliknya yang menghambat pengaspalan jalan Sabuk Merah Perbatasan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Pembangunan Jalan Perbatasan NTT Rofinus Ngilo, mengatakan, tiang listrik itu berada di Desa Halimodok dan Desa Modemu, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.

Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang Arif Rohmatin melalui keterangan pers ke Kompas.com mengatakan, perlunya sinergi antar-instansi dalam pembangunan infrastruktur baru, terutama jalan raya. Sehingga sesuai dengan perencanaan semula.

Sebab, dalam pembangunan jalan Sabuk Merah Perbatasan tersebut ternyata melenceng dari periraan semula. Arif menjelaskan, akibat kurangnya koordinasi menyebabkan tiang-tiang listrik milik PLN awalnya ada di luar jalan menjadi berada di tengah jalan.

Baca berita sebelumnya: Tiang Listrik di Tengah Jalan Hambat Pembangunan Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-Timor Leste

Arif mengatakan, meski kemudian sudah ada koordinasi namun prosedur penggeseran jaringan listrik PLN harus dipenuhi persyaratannya oleh Penanggung Jawab Proyek Pembangunan jalan tersebut sesuai ketentuan yang ada.

Adapun ketentuan tersebut biasa disebut dengan Pekerjaan Fihak Ketiga (PFK), sehingga apabila pemohon penggeseran jaringan listrik menginginkan segera dilaksanakan maka pemohon bisa menggunakan PFK. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penggunaan PFK ini dengan perhitungan biaya jasa dan aksesoris yang tidak bisa digunakan dibayar oleh pemohon, sementara material distribusi utama (MDU) yang masih bisa digunakan tidak diperhitungkan dalam unsur biaya.

Selain itu biaya "Energy Not Sales" (ENS) yang mengakibatkan padam saat pekerjaan masuk dalam perhitungan yang ditanggung oleh pemohon.

Baca juga: 1.500 Personel TNI/Polri Amankan Kunjungan Jokowi ke Perbatasan RI-Timor Leste

Ada biaya pengeseran yang harus dibayar

Menurut Arif, hingga saat ini pelebaran jalan Sabuk Merah Perbatasan mengakibatkan sebanyak 400 tiang listrik yang harus digeser yang lokasinya berada di Desa Halimodok dan Desa Modemu, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X