Kompas.com - 20/05/2019, 13:39 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.

BANDUNG, KOMPAS.com — Pasangan suami istri (pasutri), Feri Fadli (30) dan Jihan Noor Shoofi (28), menjadi korban penganiayaan di rumah mereka di kompleks Griya Bandung Indah Blok H2, Desa Buah Batu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/5/2019).

Kejadian itu mengakibatkan Jihan tewas, sedangkan Feri menderita sejumlah luka dan hingga kini masih kritis.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, peristiwa penganiayaan berujung tewasnya Jihan terjadi Minggu sore sekitar pukul 19.00 WIB di rumah mereka.

Mendapatkan laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi dari keterangan saksi.

Menurut saksi Dedi kepada polisi, sekitar pukul 19.00 WIB saat dirinya hendak mengisi ulang galon tiba-tiba mendengar suara teriakan dari dalam rumah korban.

"Saksi langsung menghampiri rumah korban Feri dan melihat korban berlumuran darah sambil merangkak dan langsung menunjuk ke arah pelaku yang lari keluar rumah sambil berkata, 'Itu mau membunuh'," kata Trunoyudo melalui pesan singkat, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Pelaku Pembunuh Kakek di Hutan Tewas, Polisi Sebut Sulit Ungkap Motifnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saksi mencoba mengejar pelaku. Namun, korban menahannya karena pelaku membawa senjata tajam. Saksi lalu menghampiri korban dan meminta bantuan warga sekitar.

"Korban saat itu berlumuran darah di muka dan badan, lalu diantar ke rumah orangtuanya. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Al-Islam oleh keluarganya," tutur Truno.

Kakak Feri, Agus, mengatakan, tahu kejadian itu dari keluarganya. Feri mengalami luka serius dan saat ini tengah dirawat. 

"Adiknya sempat menyebutkan, pelaku bernama Sandi, tetapi saksi belum tahu penyebab pastinya karena kondisi adiknya belum bisa banyak bicara," Kata Truno.

Saksi kemudian pergi ke rumah adiknya dengan maksud mengambil pakaian untuk adiknya. Namun, di rumah itu ia melihat kondisi berantakan dan ada ceceran darah.

Saksi kemudian pergi ke dapur dan melihat tumpukan kantong plastik pakaian kotor. Karena curiga, ia pun membukanya dan menemukan adik iparnya sudah dalam keadaan tewas.

"Ada kantong plastik untuk tempat pakaian kotor. Karena curiga, kemudian dibuka dan ternyata dilihat ada adik iparnya Jihaan Noor Shoopi sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kantong plastik tersebut. Saksi kemudian langsung melaporkannya ke pihak kepolisian," tutur Truno.

Baca juga: Cemburu, Motif Irwan Bacok Istrinya hingga Nyaris Tewas

Sementara itu, saksi Kaceng kepada polisi mengatakan bahwa sekitar pukul 17.30 WIB, dia melihat pelaku pamit kepada saksi untuk menagih uang. 

"Pelaku bermaksud untuk pergi ke kompleks GBI untuk menagih uang," kata Truno.

Polisi masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. 

"Dari hasil olah TKP Unit Inafis terhadap istri korban, diduga korban meninggal akibat jeratan kawat di leher," katanya.

Untuk sementara suami korban belum bisa dimintai keterangan sehingga motif kejadian tersebut belum bisa diketahui.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.