Mereka yang Berjuang Padamkan Kebakaran Lahan Saat Berpuasa...

Kompas.com - 20/05/2019, 13:22 WIB
Petugas Manggala Agni Daops Dumai memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tanah gambut di wilayah Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau,  Selasa (14/5/2019). Dok. Manggala Agni Daops Dumai KOMPAS.com/IDON TANJUNG Petugas Manggala Agni Daops Dumai memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tanah gambut di wilayah Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, Selasa (14/5/2019). Dok. Manggala Agni Daops Dumai

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tim Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Dumai tengah berkumpul di markasnya yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kota Dumai, Provinsi Riau.

Mereka sedang mempersiapkan tim untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di bulan Ramadhan. Selain itu mereka juga mengecek peralatan mesin pompa air, selang, dan kendaraan yang akan dibawa.

Selanjutnya, satu tim yang berjumlah delapan orang berangkat ke lokasi kebakaran lahan gambut di Jalan M Yusuf, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai.

Sampai di lokasi, tim langsung disambut asap kebakaran lahan gambut, ditambah dengan terik matahari yang langsung dirasakan tubuh.

Hampir sebagian Tim Manggala Agni menjalankan ibadah puasa. Mereka adalah pasukan yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dibentuk tahun 2003 lalu untuk memadamkan api dilahan gambut.

Baca juga: BRG Sebut Penurunan Titik Panas di Lahan Gambut Capai 90 Persen

Anggota Manggala Agni Daops Dumai, terdiri dari 60 orang personel yang terbagi menjadi empat regu dan setiap regu terdiri dari 15 orang.

Joko Susanto, selaku wakil komandan regu I kemudian memerintahkan beberapa anggotanya untuk mencari sumber air di kanal atau parit pembatas lahan. Ada dua mesin pompa air yang dibawa dan puluhan selang, yang masing-masing berukuran 20 meter.

Titik api ini terdapat di lahan sawit milik masyarakat dan sebagian adalah semak belukar.

Pemadaman api di dalam gambut tidak semudah yang dibayangkan. Kepulan asap tebal di lokasi membuat mata pedih dan angin yang bertiup kencang menyebabkan api cepat menjalar.

Resiko lainnya adalah ketika titik api tersebar di beberapa tempat yang sulit di jangkau. Salah satunya yang terlihat adalah titik api yang jaraknya sekitar 200 meter dari pasukan.

Para anggota kemudian memikul selang ke tengah lahan terbakar untuk disambungkan ke selang lainnya. Kemudian air disemprotkan ke titik api.

Baca juga: Kepala BRG: 400.000 Hektar Lahan Gambut Nonkonsesi Belum Direstorasi

Terik matahari dan panas bara api di dalam gambut membuat stamina petugas terkuras.

Menjelang adzan Zuhur, mereka mulai beristirahat di bawah pohon sawit. Keringat mengucur deras membasahi baju mereka yang sebagian berwarna hitam terkena abu dan arang.

Halaman:


Terkini Lainnya

9 PSK di Mojokerto Terjaring Razia, Salah Satunya Hamil 7 Bulan

9 PSK di Mojokerto Terjaring Razia, Salah Satunya Hamil 7 Bulan

Regional
Tanggapan Ridwan Kamil atas Pelecehan Remaja Penyandang Disabilitas oleh Oknum ASN Jabar

Tanggapan Ridwan Kamil atas Pelecehan Remaja Penyandang Disabilitas oleh Oknum ASN Jabar

Regional
Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Perairan Pulau Buru Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Perairan Pulau Buru Belum Ditemukan

Regional
 Jalur Dibuka, Pendaki Gunung Rinjani Didominasi Turis Asing

Jalur Dibuka, Pendaki Gunung Rinjani Didominasi Turis Asing

Regional
Oknum ASN di Jabar Lecehkan Remaja Wanita Penyandang Disabilitas

Oknum ASN di Jabar Lecehkan Remaja Wanita Penyandang Disabilitas

Regional
Gubernur NTT Optimistis Miras Sophia Bisa Bersaing dengan Miras Kelas Atas

Gubernur NTT Optimistis Miras Sophia Bisa Bersaing dengan Miras Kelas Atas

Regional
Hamili Anak Kandung hingga Melahirkan, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Hamili Anak Kandung hingga Melahirkan, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Regional
Ma'ruf Amin: Kemenangan 01 Masih Digantung

Ma'ruf Amin: Kemenangan 01 Masih Digantung

Regional
Nelayan yang Hilang Diseret Buaya Ditemukan Tewas Tanpa Tangan dan Kaki

Nelayan yang Hilang Diseret Buaya Ditemukan Tewas Tanpa Tangan dan Kaki

Regional
Diduga Korupsi Dana Dinkes, Mantan Plt Dirut RSUD Diperiksa Kejaksaan Parepare

Diduga Korupsi Dana Dinkes, Mantan Plt Dirut RSUD Diperiksa Kejaksaan Parepare

Regional
Sri Sultan: Kalau Turun dari Airport Diterima Tol, Yogyakarta Dapat Apa?

Sri Sultan: Kalau Turun dari Airport Diterima Tol, Yogyakarta Dapat Apa?

Regional
Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Ambruknya Jembatan Penghubung Sumsel-Lampung

Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Ambruknya Jembatan Penghubung Sumsel-Lampung

Regional
Diprotes Wali Murid, PPDB SMA 2019 Ditutup Sementara di Jatim

Diprotes Wali Murid, PPDB SMA 2019 Ditutup Sementara di Jatim

Regional
Seorang Warga Hilang di Sungai Saat Merakit Kayu, Diduga Diserang Buaya

Seorang Warga Hilang di Sungai Saat Merakit Kayu, Diduga Diserang Buaya

Regional
6 Fakta Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan, Sri Sultan Pungut Sampah hingga Steril Selama 15 Jam

6 Fakta Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan, Sri Sultan Pungut Sampah hingga Steril Selama 15 Jam

Regional

Close Ads X