Pascakericuhan, Kepala Lapas Narkotika Langkat Dicopot, Seluruh Pegawai Diganti

Kompas.com - 20/05/2019, 13:18 WIB
Warga melihat bangkai mobil yang rusak dampak kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas III Langkat, di Langkat, Sumatera Utara, Kamis (16/5/2019). Akibat peristiwa kerusuhan yang dilakukan para narapidana di Lapas tersebut mengakibatkan tiga mobil dan dua sepeda motor petugas rusak terbakar dan ratusan napi melarikan diri. ANTARA FOTO/IRSAN MULYADIWarga melihat bangkai mobil yang rusak dampak kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas III Langkat, di Langkat, Sumatera Utara, Kamis (16/5/2019). Akibat peristiwa kerusuhan yang dilakukan para narapidana di Lapas tersebut mengakibatkan tiga mobil dan dua sepeda motor petugas rusak terbakar dan ratusan napi melarikan diri.

KOMPAS.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly mencopot jabatan kepala Lapas Narkotika Langkat, Sumatera Utara, pascakericuhan yang terjadi di lapas tersebut beberapa waktu lalu.

Dengan tegas, Yasonna menyatakan selain mencopot jabatan kepala lapas, dia juga akan menindak tegas seluruh pegawai atau petugas lapas dan segera memindahkantugaskan mereka.

"Kita juga akan melimpahkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh petugas lapas terhadap warga binaan ke Polres Langkat guna proses hukum yang berlaku," sambungnya, seperti dikutip dari Antaranews, Sabtu (18/5/2019).

Baca juga: Pascakerusuhan, Kalapas Narkotika Langkat Dinonaktifkan

Yasonna telah mendengarkan penyampaian aspirasi oleh empat perwakilan warga binaan, diantaranya menjelaskan kericuhan bermula dari adanya penganiayaan terhadap warga binaan oleh petugas lapas.

Mereka juga menyampaikan harga barang-barang di dalam lapas yang sangat tinggi dan mahal. Selain itu, kepala regu lapas selalu meminta uang rokok dan minyak kendaraan dari warga binaan rata-rata Rp 50.000 per kamar.

Mereka juga meminta agar tidak dipersulit saat mengurus pembebasan bersyarat dan jangan ada pungutan serta remisi setiap warga binaan supaya diselesaikan secepatnya. Napi juga meminta agar jam bertamu keluarga warga binaan tidak dibatasi terlalu cepat.

Warga binaan ini juga meminta kepada Yasonna untuk memperhatikan  jam ibadah warga binaan agar tidak dibatasi terlalu singkat.

Baca juga: Polisi Masih Memburu 50 Napi yang Kabur dari Lapas Langkat

Begitu juga dengan makanan dan obatan-obatan selalu diperhatikan agar layak konsumsi.

Sebelumnya, sempat terjadi kericuhan di Lapas Narkotika Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (16/5/2019).

Kerusuhan diduga karena pemukulan salah satu napi yang kedapatan membawa narkoba oleh petugas lapas.

Hal yang memicu para penghuni lapas lainnya melakukan perlawanan. Kejadian itu mengakibatkan ratusan napi kabur dan saat ini masih dalam pengejaran.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Acara Hiburan Pesta Pernikahan Dibubarkan oleh Polisi, Tuan Rumah Sempat Menolak

Acara Hiburan Pesta Pernikahan Dibubarkan oleh Polisi, Tuan Rumah Sempat Menolak

Regional
Terkait Dugaan Korupsi, Polisi Geledah Kantor Dinas PUPR Kalbar

Terkait Dugaan Korupsi, Polisi Geledah Kantor Dinas PUPR Kalbar

Regional
Pengiriman 301 Kilogram Ganja ke Bogor Terungkap, Begini Modus Pelaku

Pengiriman 301 Kilogram Ganja ke Bogor Terungkap, Begini Modus Pelaku

Regional
Wagub Kalbar Positif Covid-19: Kemungkinan Saya Terpapar di Lingkungan Kantor

Wagub Kalbar Positif Covid-19: Kemungkinan Saya Terpapar di Lingkungan Kantor

Regional
Dinilai Tak Sesuai Syariat Islam, Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Ditolak Warga

Dinilai Tak Sesuai Syariat Islam, Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Ditolak Warga

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Pertimbangannya

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Pertimbangannya

Regional
Tambah 16 Orang, Total 32 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Positif Covid-19

Tambah 16 Orang, Total 32 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Positif Covid-19

Regional
Alami Gejala Diare, Wagub Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Alami Gejala Diare, Wagub Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Regional
Bukannya Menolong Polisi yang Kecelakaan, Driver Ojol Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Bukannya Menolong Polisi yang Kecelakaan, Driver Ojol Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Regional
Uji Materi UU Minerba yang Diajukan Pemprov Babel Ditolak MK, Ini Alasannya

Uji Materi UU Minerba yang Diajukan Pemprov Babel Ditolak MK, Ini Alasannya

Regional
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Terinfeksi Virus Corona

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Terinfeksi Virus Corona

Regional
Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor

Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor

Regional
Selama Sebulan, 60 Orang Ditangkap karena Kasus Narkoba di Labuhanbatu

Selama Sebulan, 60 Orang Ditangkap karena Kasus Narkoba di Labuhanbatu

Regional
Merayakan HUT Kota Bandung Sambil Dibonceng Wali Kota? Begini Caranya

Merayakan HUT Kota Bandung Sambil Dibonceng Wali Kota? Begini Caranya

Regional
Sebulan Harimau Teror Warga, TNKS-BKSDA Pasang Perangkap

Sebulan Harimau Teror Warga, TNKS-BKSDA Pasang Perangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X