Kronologi Polisi Gagalkan Keberangkatan Bus ke Jakarta untuk Aksi 22 Mei

Kompas.com - 20/05/2019, 13:10 WIB
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri dalam konferensi pers di Mapolres Malang Kota, Senin (20/5/2019).KOMPAS.com / ANDI HARTIK Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri dalam konferensi pers di Mapolres Malang Kota, Senin (20/5/2019).

MALANG, KOMPAS.com — Jajaran Polres Malang menggagalkan keberangkatan satu bus yang hendak ke Jakarta untuk mengikuti aksi people power pada Rabu (22/5/2019).

Keberangkatan satu bus itu digagalkan pada Minggu (19/5/2019) sesaat setelah memulai perjalanan.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengatakan, digagalkannya keberangkatan satu bus itu sebagai bagian dari patroli gabungan untuk menyikapi gerakan massa ke Jakarta.


"Jadi mulai tanggal 18, kami (Polres Malang Kota) melaksanakan kegiatan patroli gabungan didukung oleh TNI dan Satpol PP. Ini untuk menyikapi terkait dengan adanya informasi gerakan people power yang akan dilaksanakan pada 22 Mei," katanya di Mapolres Malang Kota, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Ditangkap, 4 Panitia Tur Jihad ke Jakarta Jelang 22 Mei 2019

Kegiatan patroli itu dilakukan dengan melakukan razia di pusat pemberangkatan kendaraan serta di perbatasan Kota Malang. Hasilnya, pihaknya mendapati satu bus yang berisi sekitar 15 orang akan berangkat ke Jakarta.

"Kami melakukan razia di stasiun-stasiun, terminal termasuk juga di perbatasan keluar Kota Malang. Dari hasil pelaksanaan tersebut, kemarin kami berhasil mengamankan satu bus yang berisi sekitar 15 orang yang berencana akan berangkat ke Jakarta mengikuti kegiatan tersebut pada 22 Mei," katanya.

Setelah diamankan, seluruh penumpang di dalam bus itu didata dan membuat surat pernyataan bahwa mereka tidak jadi berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi tersebut.

"Semalam sudah dilakukan pendataan, dilakukan pemeriksaan, kemudian masyarakat yang diamankan ini membuat pernyataan bahwa mereka tidak jadi berangkat ke Jakarta," katanya.

Baca juga: Polda Jatim: Terkait Aksi 22 Mei, 3 Rombongan Bus dari Jatim Batal Ke Jakarta

Jajaran Polres Malang akan terus melakukan razia untuk warga Kota Malang yang akan berangkat ke Jakarta. Warga yang ingin mengikuti aksi tersebut diimbau untuk tidak melanjutkan perjalanannya.

"Biasanya kami lakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang dibawa, termasuk melakukan interogasi tujuan ke mana. Kalau indikasi seperti itu kami imbau untuk tidak melanjutkan ke Jakarta," katanya.

Sementara itu, pihaknya sudah menyiapkan personel pengamanan untuk mengantisipasi aksi massa pada 22 Mei di Kota Malang. Total, ada 500 personel Polri, satu satuan setingkat kompi (SSK) personel TNI dan Satpol PP.

Baca juga: Polisi Madiun Hadang Massa Aksi 22 Mei ke Jakarta

Personel itu akan disiagakan di kantor KPU Kota Malang, kantor Bawaslu Kota Malang, serta tempat-tempat yang menjadi tempat berkumpulnya massa aksi.

"Antispasi pada 22 Mei kami tetap menyiagakan personel dengan kekuatan 500 personel Polri, satu SSK dari TNI, dan dari Satpol PP juga. Itu nanti kami mengamankan di KPU, kemudian Bawaslu dan di gudang KPU, sekaligus memantau lokasi-lokasi yang dimungkinkan berkumpulnya massa," katanya.

"Tentunya kami berharap masyarakat Kota Malang tidak melakukan aksi-aksi yang inkonstitusional yang dapat melanggar aturan, termasuk juga yang ke Jakarta. Kami mengimbau masyarakat Kota Malang untuk tidak ke Jakarta," katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X