Polisi: Jelang 22 Mei, Keberangkatan 3 Bus dari Jatim ke Jakarta Dibatalkan

Kompas.com - 20/05/2019, 05:15 WIB
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan

SURABAYA, KOMPAS.com - Tiga rombongan bus dipastikan batal berangkat ke Jakarta untuk menghadiri aksi pada 22 Mei 2019 dari Jawa Timur. Ketiga rombongan tersebut dari Malang, Tulungagung, dan Madiun.

"Satu bus dari Malang kami amankan. Sementara masing-masing satu bus dari Madiun dan Tulungagung membatalkan keberangkatan," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, Minggu (19/5/2019).

Pihaknya bersama polres jajaran seluruh Jawa Timur terus mendeteksi gelombang warga Jawa Timur yang dicurigai akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan aksi saat pengumuman hasil pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang.

"Kami bersama tokoh masyarakat dan ulama pesantren akan terus melakukan sosialisasi agar warga Jawa Timur tetap beraktivitas di rumah masing-masing dan mempercayakan hasil pemilu kepada KPU," jelasnya.

Baca juga: Din Syamsuddin: People Power Hak Konstitusi Tapi Saya Tidak Ikut

Imbauan untuk warga Jawa Timur sebelumnya juga disampaikan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. Menurutnya, kalah dan menang dalam kompetisi itu biasa, yang menang jangan sombong dan yang kalah harus bisa menerima kekalahan.

Dia juga meminta agar warga Jawa Timur tidak terprovokasi dengan ajakan-ajakan untuk melakukan perlawanan sampai ke Jakarta.

"Yang dagang ke pasar tetap berdagang, yang berkebun tetap berkebun, yang jadi guru tetap mengajar. Serahkan hasil pemilu kepada KPU, tidak perlu berbondong-bondong ke Jakarta," katanya

Ajakan untuk ke Jakarta beredar dari kelompok pendukung 02 yang merasa tidak puas dengan hasil Pilpres 2019. Mereka berencana menggelar aksi di kantor KPU sambil mendengarkan keputusan tentang pemenang Pilpres 2019. 

Baca juga: Antisipasi Warga Ikut Aksi People Power, Polisi Razia Terminal dan Stasiun Kereta



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X