Sultan Keraton Kacirebonan Ajak Para Tokoh Warga Tolak "People Power"

Kompas.com - 19/05/2019, 16:41 WIB
Sultan Keraton Kacirebonan, Pangeran Abdul Gani Natadiningrat, serta sejumlah perwakilan dari berbagai elemen di kota Cirebon bertemu di bangsa prabayaksa Keraton Kacirebonan Sabtu (18/5/2019). Mereka menggelar kegiatan bertema ?Silaturahim Tanpa Batas Untuk Kedaulatan NKRI Yang Konstitusional? . KOMPAS.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSultan Keraton Kacirebonan, Pangeran Abdul Gani Natadiningrat, serta sejumlah perwakilan dari berbagai elemen di kota Cirebon bertemu di bangsa prabayaksa Keraton Kacirebonan Sabtu (18/5/2019). Mereka menggelar kegiatan bertema ?Silaturahim Tanpa Batas Untuk Kedaulatan NKRI Yang Konstitusional? .

CIREBON, KOMPAS.com – Sejumlah perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Cirebon Jawa Barat menghadiri pertemuan “Silaturahim Tanpa Batas Untuk Kedaulatan NKRI Yang Konstitusional” di Bangsal Prabayaksa Keraton Kacirebonan pada Sabtu (18/5/2019).

Pertemuan tersebut langsung dihadiri oleh Sultan Keraton Kacirebonan Pangeran Abdul Gani Natadiningrat. Sejumlah perwakilan kepolisian, TNI, pondok pesantren, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, serta kalangan milenial juga turut meramaikan.

Pangeran Abdul Gani Natadiningrat dalam pidatonya mengapresiasi terselenggaranya pertemuan tersebut.

Dia langsung menyebut bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami cobaan. Sebuah cobaan, yang menurut dirinya, sebagai sebuah proses pendewasaan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Din Syamsuddin: People Power Hak Konstitusi Tapi Saya Tidak Ikut

Namun, Sultan ke IX Keraton Kacirebonan ini tetap optimistis bahwa Indonesia akan tetap tegar dan jaya. Dia mengajak agar seluruh elemen bangsa tetap berpegang teguh pada sila ketiga yakni Persatuan Indonesia.

“Kita katakan demokrasi ini sedang berproses. Segala pengalaman-pengalaman yang kita lalui mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik. Jangan berpikir sempit yang menimbulkan huru hara di negeri yang kita cintai ini yang sudah terpelihara dengan baik,” kata Sultan di hadapan para hadirin.

Dia mengajak agar seluruh warga selalu bergandengan tangan dalam rangka mewujudkan cita-cita Negara Indonesia yang aman dan rukun. Mencintai Negara menurutnya, merupakan bagian dari Iman.

Baca juga: Bupati Buton dan Tokoh Masyarakat Deklarasi Tolak Ajakan People Power

Ukhuwah

Dalam kesempatan sama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Cirebon Yusuf mengajak agar seluruh warga mengedepankan tiga hubungan utama yakni persaudaraan sesama muslim, persaudaraan sesama manusia, dan persaudaraan sesama anak bangsa Indonesia. Tiga hal itu dapat menjaga Indonesia dari berbagai macam perpecahan. 

“Ini modal kita, tiga ukhuwah ini harus dijaga dengan baik. Ketika tiga ukhuwah ini terjaga dan terawat dengan baik, insyallah NKRI tetap terjaga. Kami orang NU tetap ke Pancasila Bhineka tunggal ika, NKRI dan Undang-undang dasar,” kata Yusuf.

Sementara Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Cirebon, Hariyono Sutikno, menyampaikan etnis Tionghoa sudah menjadi warga Indonesia. Mereka memiliki tangung jawab yang sama untuk menjaga dari berbagai gangguan dan ancaman pecah belah.

Baca juga: Tolak People Power, Ratusan Anggota Ormas Dukung TNI Polri Amankan Pemilu

“Jangan sampai gampang dipecah belah sama orang. Sama-sama kita bergandeng tangan. Semua saudara kita untuk memajukan Indonesia ini. Hanya ini pesan kita. Terimakasih,” kata Hariyono singkat. Menurutnya, tiap warga bangsa harus saling bantu memajukan Negara Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X