Menag Lukman: Waisak, Momen Interospeksi Diri

Kompas.com - 19/05/2019, 11:57 WIB
Para biksu dan umat Buddha melakukan kirab sarana puja Waisak sepanjang 3,7 kilometer dari Candi Mendut ke Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Para biksu dan umat Buddha melakukan kirab sarana puja Waisak sepanjang 3,7 kilometer dari Candi Mendut ke Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Puncak peringatan Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 di Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, dihadiri pula oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin. Pada kesempatan itu, Lukman mengajak umat beragama, tidak hanya Buddha, untuk melakukan evaluasi diri demi perubahan yang lebih baik.

"Momentum ini menjadi kesempatan untuk melakukan instrospeksi, mengevaluasi diri dan sekaligus menyucikan diri untuk melakukan perubahan. Kita memiliki tujuan yang sama bagaimana kebahagiaan dan keharmonisan terwujud," ucap Lukman, Sabtu (18/5/2019) malam.

Lukman menuturkan, umat Buddha memperingati Tri Suci Waisak yang artinya memperingati tiga momentum penting Sang Buddha Gautama yakni kelahiran, pencapaian kebuddhaan dan meninggal. Momen ini mengajarkan umat agar tidak berhenti berlatih dherma untuk mencapai suatu kondisi batin yang tidak tergoyahkan oleh apapun.

Baca juga: Ikut Perayaan Waisak, Sekjen PDI-P Singgung Orang yang Ingkari Suara Rakyat Saat Pemilu

"Buddha memberikan solusi atas kondisi itu yaitu dengan membangun pengertian-pengertian benar. Dari pengertian benar pengertian akan muncul pikiran benar," tegasnya.

Pada momentum ini pula, Lukman mengingatkan kepada umat beragama di Indonesia untuk senantiasa menghormati keberagaman. Sebab keberagaman hakekatnya adalah kekuatan bukan hal yang melemahkan. Keberagaman juga merupakan interpretasi dalam kehidupan umat beragama yang dalam konteks demokrasi sebagai upaya membangun semangat kebersamaan.

"Demokrasi terbukti mampu mengelola keberagaman yang ada di Indonesia. Untuk itu, perhatian pada kehidupan beragama dan berdemokrasi menjadi sangatlah penting. Kita semua menyakini bahwa inti ajaran agama adalah kasih sayang bukan kebencian," ujar dia.

Baca juga: Kelenteng Terbakar, Ibadah Waisak Dilakukan di Lokasi Lain

Peringatan Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 di Candi Borobuudur dihadiri oleh ribuan umat Buddha dan masyarakat umum. Tampak tamu undangan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen M Effendi, Kapolda Jateng Irjen Pol Ryco Amelza Dahniel, Hasto Kristiyanto dan pejabat pemerintah daeah setempat.

Rangkaian peringatan Hari Raya umat Buddha ini telah dimulai sejak Kamis (16/5/2019) dengan prosesi pengambilan air berkah di Temanggung, pengambilan api dharma di Grobogan, penyemayaman air berkah dan api dharma dan dilanjutkan pindapata di Candi Mendut Magelang. Puncaknya, umat melakukan kirab sarana puja ke Candi Borobudur dan ditutup dengan pelepasan ribuan lampion, Minggu (19/5/2019) pagi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X