Rusuh, C1 Plano 32 TPS di Nias Selatan Dihitung di Kota Medan

Kompas.com - 18/05/2019, 21:58 WIB
Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga membenarkan situasi tidak kondusif di Nisel menyebabkan penghitungan C1 plano Kecamatan Toma dilaksanakan di Kota Medan, Sabtu (18/5/2019)MEI LEANDHA / KOMPAS.com Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga membenarkan situasi tidak kondusif di Nisel menyebabkan penghitungan C1 plano Kecamatan Toma dilaksanakan di Kota Medan, Sabtu (18/5/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nias Selatan agar menyandingkan data DAA1 (salinan hasil rekapitulasi surat suara tingkat kelurahan) dengan C1 plano (hasil rekapitulasi surat suara tingkat TPS) di 32 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Toma, berbuntut panjang.

Hal ini juga yang membuat rekapitulasi suara tingkat Provinsi Sumut molor hingga dua kali mengalami perpanjangan waktu.

Menurut Ketua KPU Sumut Yulhasni, KPU Nias Selatan sudah berusaha melaksanakan rekomendasi tersebut.

Akan tetapi, tidak bisa mengakses informasi karena masyarakat di Kecamatan Toma melakukan protes. Mereka tidak setuju kotak suara dibuka.


Baca juga: Warga Tolak Kotak Suara Dibuka, Rekapitulasi di Nias Selatan Molor

 

Warga menolak rekomendasi hanya dilakukan di Kecamatan Toma dan meminta seluruh kecamatan di Dapil 5 dibuka karena kuat dugaan terjadi praktik kecurangan.

Masyarakat membuka blokade jalan dan melakukan sweeping petugas penyelenggara pemilu.

Puncaknya, pada Kamis (16/5/2019) pagi, massa merusak gudang logistik KPU Nisel di Jalan Sudirman Nomor 28A, Kelurahan Pasartelukdalam.

Petugas KPU Nias Selatan pun semakin tak berani turun meski keselamatannya dijamin Kapolres Nisel.

Berhubung waktu yang diberikan KPU RI untuk rekapitulasi suara tingkat provinsi kian habis, akhirnya KPU Sumut menyampaikan kepada Bawaslu Sumut disertai surat pernyataan dari KPU Nisel bahwa mereka tidak sanggup melaksanakan rekomendasi karena faktor keamanan.

Oleh karena itu, C1 Plano 32 TPS di Kecamatan Toma dihitung di Kantor KPU Sumut.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Dokter Gigi yang Ditangkap Densus 88 di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Dokter Gigi yang Ditangkap Densus 88 di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Regional
Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Regional
Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Regional
Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Regional
Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Regional
6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Regional
Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Regional
Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Regional
Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Regional
Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Regional
Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Regional
3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Regional
Ini 7 Rekomendasi Pansus Angket Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel

Ini 7 Rekomendasi Pansus Angket Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel

Regional
Di Yogyakarta Ada Gerakan Kembali ke Meja Makan Tanpa Gawai, Apa Itu?

Di Yogyakarta Ada Gerakan Kembali ke Meja Makan Tanpa Gawai, Apa Itu?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X