Tabrak Mati Warga, Sopir Mobil Dikejar dan Tewas Dihajar Massa

Kompas.com - 18/05/2019, 12:19 WIB
Skrinsut video saat terjadi amuk massa yang menewaskan Taufik Hidayat, warga Jalan Jati II Teladan Timur, Jumat malam (17/5/2019). Video amuk massa ini tersebar di aplikasi percakapan WhatsApp. IstimewaSkrinsut video saat terjadi amuk massa yang menewaskan Taufik Hidayat, warga Jalan Jati II Teladan Timur, Jumat malam (17/5/2019). Video amuk massa ini tersebar di aplikasi percakapan WhatsApp.

MEDAN, KOMPAS.com — Sebuah mobil Avanza hitam di Jalan HM Jhoni, Medan, diamuk massa pada Jumat (17/5/2019) malam.

Akibatnya, pengemudi mobil meninggal dunia setelah dua jam dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.

Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihartini mengatakan, dari keterangan yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula dari kecelakaan beruntun yang terjadi pertama kali di arah Jalan Denai.

"Keterangan yang kami himpun, ada kecelakaan beruntun sampai dia menabrak pejalan kaki. Ditinggalkan, kemudian dikejar massa dan berhenti di Jalan HM Jhoni, tak jauh dari Jalan Gedung Arca. Di situlah ada amuk massa," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (18/5/2019). 


Mobil yang dikemudikan Taufik Hidayat (35), warga Jalan Jati II Teladan Timur, tersebut menabrak sepeda motor yang terparkir.

Di tempat tersebut, Wendy Hidayat mengalami luka lecet. Warga lalu mengejar mobil tersebut, tetapi mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi.

Saat di Jalan Bromo, tepatnya di perempatan lampu merah, mobil menabrak seorang perempuan yang tengah menyeberang.

Perempuan tersebut kemudian diketahui bernama Arni Samrah (57) yang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Madani di Jalan AR Hakim.

"Ibu Arni Samrah (57) mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia," kata Juliani.

Mobil akhirnya berhenti di Jalan HM Jhoni karena sudah dikepung massa sekitar pukul 22.00 WIB. Mobil dirusak dan digulingkan, sedangkan pengemudi dihajar massa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X