Rusuh LP Langkat, Polisi Perbatasan Aceh Perketat Pengawasan

Kompas.com - 18/05/2019, 11:27 WIB
Petugas Lapas berada di depan Lapas Narkotika Kelas III Langkat pasca-kerusuhan yang terjadi, di Langkat, Sumatera Utara, Kamis (16/5/2019). Akibat peristiwa kerusuhan yang dilakukan para narapidana di Lapas tersebut mengakibatkan tiga mobil petugas rusak terbakar dan ratusan napi melarikan diri. ANTARA FOTO/IRSAN MULYADIPetugas Lapas berada di depan Lapas Narkotika Kelas III Langkat pasca-kerusuhan yang terjadi, di Langkat, Sumatera Utara, Kamis (16/5/2019). Akibat peristiwa kerusuhan yang dilakukan para narapidana di Lapas tersebut mengakibatkan tiga mobil petugas rusak terbakar dan ratusan napi melarikan diri.

ACEH TAMIANG, KOMPAS.com - Polres Aceh Tamiang yang berada di perbatasan Aceh- Sumatera Utara, meningkatkan pengawasan pasca kerusuhan terjadi Lapas Narkotika Langkat.

Seluruh polisi sektor diinstruksikan mengawasi masyarakat yang baru tiba di wilayah itu. Dikhawatirkan, pendatang baru itu merupakan narapidana yang kabur dari LP Langkat, Sumatera Utara.

"Kita sudah backup dengan melakukan razia di beberapa titik di perbatasan dan di wilayah Bukit Rata. Untuk sementara kita belum menangkap para napi tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang Iptu Dimmas Adi Putranto, per sambungan telepon, Sabtu (17/5/2019).

Baca juga: Pascakerusuhan, Kalapas Narkotika Langkat Dinonaktifkan

Dia mengatakan, razia dilakukan di beberapa tempat strong poin jalur lintas Aceh-Sumut. Termasuk, masih menunggu data lengkap napi yang kabur pasca kerusuhan tadi di Lapas narkotika Langkat.

"Polsek dan jajaran sudah diintruksikan oleh Kapolres Aceh Tamiang juga membantu pencarian," sebut Zulhir.

Sehingga, diharapkan pengetatan pengawasan itu bisa mempersempit ruang gerak narapidana yang berpotensi kabur ke Provinsi Aceh.

Baca juga: Ketua DPR Sarankan Polisi Sebar Identitas Warga Binaan yang Kabur dari Lapas Langkat

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan berujung aksi pembakaran terjadi di Lapas Narkotika Kelas III Langkat, Sumatera Utara. Ratusan narapidana dilaporkan melarikan diri.

Jumlah warga binaan Lapas Narkotika mencapai 1.634 orang. Diduga ada 100 napi yang kabur.

Petugas meminta keluarga melapor apabila narapidana kembali ke rumah masing-masing. Hingga hari ini, 50 diantaranya masih diburu petugas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Wabup Pangandaran, Kini Giliran Bupati Positif Covid-19

Setelah Wabup Pangandaran, Kini Giliran Bupati Positif Covid-19

Regional
Kepala Puskesmas Bone Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Ternyata Fobia Jarum Suntik

Kepala Puskesmas Bone Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Ternyata Fobia Jarum Suntik

Regional
Menantu Dilaporkan Mertua ke Polisi, Tak Nafkahi dan Tinggalkan Istri yang Hamil Tua hingga Melahirkan

Menantu Dilaporkan Mertua ke Polisi, Tak Nafkahi dan Tinggalkan Istri yang Hamil Tua hingga Melahirkan

Regional
Tak Boleh Jemput Ibunya, Seorang Anak Dianiaya Ayah dengan Sapu, Ini Ceritanya

Tak Boleh Jemput Ibunya, Seorang Anak Dianiaya Ayah dengan Sapu, Ini Ceritanya

Regional
Aniaya Wartawan karena Menulis tentang Gedung Puskesmas, Kontraktor Ditahan Polisi

Aniaya Wartawan karena Menulis tentang Gedung Puskesmas, Kontraktor Ditahan Polisi

Regional
Cerita 2 ABG Kembalikan Minuman Hasil Jarahan dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Bukan Hak Saya

Cerita 2 ABG Kembalikan Minuman Hasil Jarahan dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Bukan Hak Saya

Regional
Seorang Dokter Tewas Setelah Sehari Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Seorang Dokter Tewas Setelah Sehari Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Ini Kata Ahli Forensik soal Dokter Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Covid-19

Ini Kata Ahli Forensik soal Dokter Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Covid-19

Regional
Video Viral Wanita Berambut Pirang Marahi Anggota TNI Saat Razia Masker

Video Viral Wanita Berambut Pirang Marahi Anggota TNI Saat Razia Masker

Regional
Dikira Berkenalan dengan Artis Korea, 8 Perempuan Kena Peras Pria Ini

Dikira Berkenalan dengan Artis Korea, 8 Perempuan Kena Peras Pria Ini

Regional
Fakta Unila Batal Terjunkan 4.317 Mahasiswa KKN, Didesak Warganet hingga Konsultasi ke Kemdikbud

Fakta Unila Batal Terjunkan 4.317 Mahasiswa KKN, Didesak Warganet hingga Konsultasi ke Kemdikbud

Regional
Cerita di Balik Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Paman Mengaku Iseng agar Ponakannya Tak Menangis

Cerita di Balik Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Paman Mengaku Iseng agar Ponakannya Tak Menangis

Regional
Bertengkar dengan Pelaku di Depan Ibunya, Terbongkar Siswi Ini Diperkosa Saat Cari Sinyal

Bertengkar dengan Pelaku di Depan Ibunya, Terbongkar Siswi Ini Diperkosa Saat Cari Sinyal

Regional
Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Diancam Diceraikan jika Tak Menurut

Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Diancam Diceraikan jika Tak Menurut

Regional
Susiato Tewas Dibacok Teman Satu Kos, Polisi: Pelaku Tersinggung Disebut Ganteng

Susiato Tewas Dibacok Teman Satu Kos, Polisi: Pelaku Tersinggung Disebut Ganteng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X