Pengikut Jaringan ISIS Yang Ditangkap di Bogor Bekerja sebagai Tukang Parkir

Kompas.com - 18/05/2019, 11:11 WIB
Sejumlah petugas polisi nampak berjaga-jaga di lokasi penangkapan Endang alias Abu Rafi (51) yang diduga sebagai pengikut jaringan ISIS di  Jalan Raya Bogor, Kelurahan Nanggewer, Kabupaten Cibinong, Sabtu (18/5/2019). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSejumlah petugas polisi nampak berjaga-jaga di lokasi penangkapan Endang alias Abu Rafi (51) yang diduga sebagai pengikut jaringan ISIS di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Nanggewer, Kabupaten Cibinong, Sabtu (18/5/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Endang alias Abu Rafi (51) ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri atas dugaan pengikut jaringan ISIS di Indonesia.

Endang ditangkap pada Jumat (17/5/2019) di rumahnya di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Nanggewer, Kabupaten Cibinong.

Menurut penuturan warga sekitar, Endang merupakan warga asli setempat. Sehari-hari Endang bekerja sebagai tukang parkir.

"Asli sini, sudah berkeluarga juga. Anaknya yang saya tahu ada dua," kata Iin, warga setempat, Sabtu (18/5/2019).


Baca juga: Terduga Teroris di Bogor Dikenal Keras, Drastis Berubah dari Nakal Jadi Alim

Kejadian penangkapan itu, sambung Iin, membuat warga terkejut. Warga tidak menyangka Endang terlibat dalam kelompok jaringan ISIS.

"Orangnya juga tertutup. Istri pertamanya meninggal sebulan lalu. Yang ini istri keduanya," sebutnya.

Pantauan KOMPAS.com, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penangkapan. Sejumlah polisi bersenjata lengkap terlihat berjaga-jaga. Mobil Gegana juga sudah terparkir di lokasi.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bogor

Dalam operasi penangkapan yang berlangsung kemarin siang, polisi mengamankan beberapa bahan baku dan bahan jadi peledak yang dibuat secara rumahan, antara lain adalah TATP dan Nitrogliserin.

Selain bahan peledak, polisi juga menemukan beberapa panci, paku-paku, termasuk juga buku-buku pembuatan bom dan buku-buku doktrin jihadis.

"Ditemukan berbagai macam bahan dasar kimia untuk merakit bom, berbagai jenis senjata tajam, rangkaian detonator dan buku-buku cara merakit bom serta buku jihadis," ungkap Kapolres Bogor AM Dicky.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologis Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologis Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X