Viral, Video Emak-emak Tidur di Jalan Hadang Mobil Jokowi di Lombok

Kompas.com - 18/05/2019, 09:09 WIB
Presiden Joko Widodo saat diwawancarai  wartawan usai meninjau kawasan pembangunan sirkuit Moto GP di Kute Lombok Tengah, Jumat (17/5/2019). KOMPAS.com/Fitri RPresiden Joko Widodo saat diwawancarai wartawan usai meninjau kawasan pembangunan sirkuit Moto GP di Kute Lombok Tengah, Jumat (17/5/2019).

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Video seorang ibu nekat tidur di tengah jalan menghadang iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (17/5/2019), mendadak viral di media sosial.

Dalam keterangan video tersebut, kejadian terjadi di Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Baca juga: Ini Alasan Jokowi Minta Fasilitas MotoGP Harus Selesai 2020

Dalam video, warga antusias menyambut kedatangan Presiden Jokowi dengan melambai-lambaikan bendera merah putih di sepanjang jalan menuju kawasan Mandalika.

Namun saat iring-iringan mobil Presiden melintas, seorang ibu berjilbab merah dan mengenakan sarung yang semula berdiri di tepi jalan sambil mengayun-ayunkan bendera, tiba-tiba berlari merebahkan diri ke tengah jalan tepat di depan mobil Presiden.

Setelah mobil yang ditumpangi presiden berhenti, ibu tersebut langsung bangkit dan berhambur menuju mobil untuk bersalaman dengan presiden.

Video tersebut diunggah oleh akun @insidelombok pada Jumat (17/5/2019).

"Seorang ibu ibu nekat menyetop iring iringan kepresidenan untuk bersalaman siang tadi ketika bapak Jokowi hendak menuju Kuta Mandalika dari Bandara Internasional Lombok. Beruntung laju mobil yang ditumpangi Bapak Jokowi pelan sehingga tak terjadi hal yang tidak diingkan. The power of inaq-inaq bekereng ?" tulis @insidelombok.

Baca juga: Kunjungi Desa Adat Sade, Jokowi Borong Kain Tenun Lombok

Pantauan Kompas.com Hingga Jumat malam, video yang diunggah tersebut telah ditonton 58.036 kali dan disukai 12.758 kali.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP H Purnama mengatakan, kejadian dalam video yang direkam oleh warga itu benar terjadi. Namun, menurut dia, itu bukan bentuk pengadangan. 

"Itu bukan mengadang ya, memang benar yang beredar itu. Tapi bukan mengadang itu, pengen salaman. Sudah menerima, kan sudah salaman," kata Purnama saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (18/5/2019).

Baca juga: Protes Kebijakan Kepala Sekolah, Siswa SMAN 1 Sembalun Lombok Tidak Diluluskan

Purnama mengatakan, saat itu dia berada di belakang iring-iringan rombongan Presiden. Iring-iringan pun sempat terhenti beberapa saat, karena antusias warga yang ingin bersalaman dengan Presiden Jokowi. 

"Sebentar cuma salaman aja, terhenti karena banyak masyarakat ingin salaman itu, berapa menitlah itu semenit. Tapi itu positif itu bagus itu, artinya presidennya mencintai rakyat," tutup Purnama.

Pada Jumat siang, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Lombok untuk melihat progres pembangunan kawasan KEK Mandalika dan persiapan MotoGP 2021.

Selain Mandalika, Presiden juga singgah di Desa Adat Sade untuk menunaikan shalat Jumat dan membeli kain tenun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pecat 109 Tenaga Medis, Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman Datang

Pecat 109 Tenaga Medis, Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman Datang

Regional
Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Regional
Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Regional
Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Regional
Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Regional
Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Regional
Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Regional
Video Viral Warga Desa 'Usir' Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Video Viral Warga Desa "Usir" Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Regional
Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Regional
Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Regional
Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Regional
Fakta Mobil Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Diduga Mabuk, Satu Balita dan Neneknya Tewas di Lokasi

Fakta Mobil Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Diduga Mabuk, Satu Balita dan Neneknya Tewas di Lokasi

Regional
Disdukcapil Karawang: Pendatang Ajukan Surat Pindah Akan Ditolak Selama PSBB

Disdukcapil Karawang: Pendatang Ajukan Surat Pindah Akan Ditolak Selama PSBB

Regional
Tempat Wisata dan Makam Ditutup Jelang Perayaan Lebaran Topat di Mataram

Tempat Wisata dan Makam Ditutup Jelang Perayaan Lebaran Topat di Mataram

Regional
Klaster Pasar Raya Padang Terus Membesar, Bertambah 32 Kasus Covid-19 Baru, Total 148 Positif

Klaster Pasar Raya Padang Terus Membesar, Bertambah 32 Kasus Covid-19 Baru, Total 148 Positif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X