Agenda di Balik Silaturahim Forum Bogor yang Tak Dihadiri Anies Baswedan

Kompas.com - 18/05/2019, 09:00 WIB
(dari kiri ke kanan) Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono, Wali Kota Bogor Bima Arya, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkiflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saling berjabat tangan bersama usai Silaturahmi Bogor Untuk Indonesia di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019). Pertemuan silaturahmi Bogor Untuk Indonesia ini bertujuan untuk membangun Indonesia dengan cara yang damai dengan mengedepankan kebersamaan dan membangun komunikasi. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj. ARIF FIRMANSYAH(dari kiri ke kanan) Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono, Wali Kota Bogor Bima Arya, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkiflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saling berjabat tangan bersama usai Silaturahmi Bogor Untuk Indonesia di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019). Pertemuan silaturahmi Bogor Untuk Indonesia ini bertujuan untuk membangun Indonesia dengan cara yang damai dengan mengedepankan kebersamaan dan membangun komunikasi. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.

Mereka lalu menuju lantai dua, duduk melingkar di ruangan perpustakaan kepresidenan lalu melakukan pembicaraan secara tertutup.

Jelang 22 Mei

Kehadiran silaturahim ini muncul sebagai antusiasme jelang 22 Mei 2019. Pada hari itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil pemilu, terutama presiden dan wakil presiden terpilih.

Bima mengatakan, Forum Bogor diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat untuk kembali mengedepankan cara-cara musyawarah dan konstitusional merespons pengumuman penting untuk bangsa Indonesia itu.

"Semangat kami sama, bagaimana agar seluruh proses kita hormati. Kami berikan tempat bagi koridor hukum untuk membangun komunikasi satu sama lain. Semua kami ini dipersatukan untuk keinginan Indonesia damai," ujar Bima.

"Kami menyepakati di hari-hari menjelang 22 Mei nanti, terus mengokohkan kebersamaan. Meminimalisir ruang-ruang terjadinya perpecahan. Kami hormat keputusan pada tanggal 22 Mei nanti," lanjut dia. 

AHY menambahkan, kesepuluh orang yang hadir dalam silaturahim ini melihat bahwa pasca-pemilu, perselisihan di masyarakat semakin kuat.

Seharusnya, yang terjadi adalah kembali merajut persatuan dan persaudaraan dan bukannya menimbulkan kekhawatiran yang mengarah ke disintegrasi bangsa dan inkonstitusional.

"Benih-benih perselisihan tetap tersemai dan ini tak kami harapkan. Karena bagaimana pun kita semua ingin Indonesia tetap utuh," ujar AHY.

Sementara itu, Yenny Wahid menyerukan elite untuk tidak memprovokasi rakyat lewat pengerahan massa menjelang penetapan hasil Pemilu 2019 oleh KPU.

"Jika kemudian persoalannya selesaikan di jalan (people power) yang terjadi perkelahian rakyat rugi. Saya mengimbau elit mengasihani rakyat. Jangan benturkan rakyat satu sama lain. Duduklah bersama selesaikan persoalan dengan baik bicara masing-masing, kalau ada tuduhan kecurangan selesaikan dengan mekanisme konstitusional," ungkapnya.

"Mari kita belajar dari sejarah, konflik kalau sudah melibatkan retorika sara selalu berujung pada dampak yang sangat mematikan banyak yang terluka terlebih saat ini hanya karena perbedaan politik," lanjut Yenny.

Baca juga: Jelang 22 Mei 2019, "Forum Bogor" Serukan Pesan Damai

 

Keliling daerah sebarkan perdamaian

Para kepala daerah dan tokoh muda yang hadir dalam acara Silaturahmi Bogor Untuk Indonesia di Museum Balai Kitri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Para kepala daerah dan tokoh muda yang hadir dalam acara Silaturahmi Bogor Untuk Indonesia di Museum Balai Kitri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019).
Ridwan Kamil mengatakan, seruan persatuan sesama anak bangsa seperti ini harus dilakukan oleh banyak tokoh.

Gaungnya tidak akan terdengar jika hanya dikemukakan secara sporadis. Oleh sebab itu, pertemuan serupa akan diadakan kembali di masa mendatang. Tempatnya pun bergantian.

"Jadi mulai hari ini, besok, sampai tanggal 22 dan jangka panjang, kami akan mengisi ruang- ruang informasi dengan yang menyejukkan dari para pemimpin. Dengan informasi yang membawa gagasan kerukunan, perdamaian sebagai bentuk perlawanan informasi yang terlalu tegang dan melelahkan," ujar Ridwan.

Selain menyebarkan pesan-pesan damai melalu akun media sosial, Ganjar juga mengajak para kepala daerah dan tokoh politik di Forum Bogor untuk turun ke tengah-tengah masyarakat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Kabur ke Bali, Pasien Positif Corona Ini Sempat Salaman dengan Tetangga saat Lebaran

Sebelum Kabur ke Bali, Pasien Positif Corona Ini Sempat Salaman dengan Tetangga saat Lebaran

Regional
3 Jemaah Ponpes di Pandeglang Positif Corona, Pernah Kontak dengan WN Bangladesh

3 Jemaah Ponpes di Pandeglang Positif Corona, Pernah Kontak dengan WN Bangladesh

Regional
2 Tenaga Medis di Maluku Dinyatakan Sembuh, 30 Masih Dirawat

2 Tenaga Medis di Maluku Dinyatakan Sembuh, 30 Masih Dirawat

Regional
DPRK Bener Meriah Dinilai Terburu-buru Minta Bupati Buat Pengunduran Diri Tertulis

DPRK Bener Meriah Dinilai Terburu-buru Minta Bupati Buat Pengunduran Diri Tertulis

Regional
Polda Jateng Dalami Dugaan Mabuk Kapolsek yang Tabrak Rumah di Rembang

Polda Jateng Dalami Dugaan Mabuk Kapolsek yang Tabrak Rumah di Rembang

Regional
Viral, Emak-emak Buka Paksa Gerbang Tempat Wisata Rancabuaya Garut

Viral, Emak-emak Buka Paksa Gerbang Tempat Wisata Rancabuaya Garut

Regional
Kronologi 2 Balita Tewas Mengenaskan di Dalam Mobil yang Terbakar, Ditemukan Usai Api Padam

Kronologi 2 Balita Tewas Mengenaskan di Dalam Mobil yang Terbakar, Ditemukan Usai Api Padam

Regional
Satu Pegawai Pabrik Rokok di Madiun Positif Corona, Diduga Tertular Klaster Sampoerna

Satu Pegawai Pabrik Rokok di Madiun Positif Corona, Diduga Tertular Klaster Sampoerna

Regional
2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

Regional
Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X