Terduga Teroris di Bogor Dikenal Keras, Drastis Berubah dari Nakal Jadi Alim

Kompas.com - 18/05/2019, 08:49 WIB
Petugas kepolisian tengah berjaga-jaga di lokasi penangkapan tersangka teroris berinisial AR (51) di Kelurahan Nanggewer Cibinong Bogor Jawa Barat, Jumat (17/5/2019) Kompas.com/Afdhalul Ikhsan .Petugas kepolisian tengah berjaga-jaga di lokasi penangkapan tersangka teroris berinisial AR (51) di Kelurahan Nanggewer Cibinong Bogor Jawa Barat, Jumat (17/5/2019)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Terduga teroris berinisial E alias AR (51) yang ditangkap di rumahnya di Kelurahan Nanggewer Rt 02/03, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikenal keras oleh saudaranya.

Selain dikenal keras, dia juga sangat tertutup dan jarang berinteraksi dengan saudaranya dan tetangganya.

Kakak AR, Adah (54), mengatakan, sang adik sangat keras terhadap saudara-saudaranya dalam hal prinsip hidup. Bahkan jika dikritik kerap melawan.

"Memang dia keras sama saudaranya, jadi kalau kita ngomong begini, dia maunya begini. Kalau kata dia A, ya A," katanya saat ditemui Kompas.com, Jumat (18/5/2019).

"Enggak pernah saya ngobrol sama dia, nomornya bahkan saya enggak tahu. Istri sekarang juga saya enggak kenal bahkan nikahnya saya enggak tahu juga," sambung perempuan tersebut.

Baca juga: Rumah Terduga Teroris Digeledah, Bahan Kimia hingga Detonator Ditemukan

Adah pun tak menyangka sang adik ditangkap saat sedang bekerja sebagai tukang parkir di simpang Jalan Bintang Mas, Nanggewer, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

"Kebetulan saya dari jambu dua kaget dapat kabar kalau adik saya ditangkap, makanya saya ke sini," ujarnya.

Berubah drastis

Teman AR, Yus Arif Rahman (50), mengatakan, selama ini sifat AR berubah drastis setelah memiliki teman-teman baru yang kerap diajaknya ke rumah.

"Teman-temannya memang ada yang baru dari luar cuma saya enggak kenal, pakaiannya rapi gitu, satu dua dibawa, kadang orangnya beda-beda," ucapnya.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bogor

Sebagai teman dekat, Yus awalnya bersyukur melihat perubahan yang begitu drastis. Padahal dulunya AR dikenal nakal oleh rekannya. Sejak saat itulah, Yus sudah tak merasa nyaman ingin menegur teman sebayanya tersebut.

"Kenal dari dulu, cuman semenjak berubah jadi alim (hijrah) sejak 6 tahun belakangan ini sudah enggak ngobrol lagi, padahal dulu pas lagi nakal-nakalnya, kalau dia lagi mabuk teman di sini pada takut karena rusuh, cuman saya yang berani ngajak dia ngobrol," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Regional
LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

Regional
Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Regional
PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

Regional
16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani 'Rapid Test'

16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani "Rapid Test"

Regional
Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa 'Nyambi' Kerja

Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa "Nyambi" Kerja

Regional
Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Regional
Polisi Selidiki Ambruknya Atap IGD Rumah Sakit Ciamis, Ambil Sampel dari TKP

Polisi Selidiki Ambruknya Atap IGD Rumah Sakit Ciamis, Ambil Sampel dari TKP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X