KILAS DAERAH

Gubernur Banten: Tak Ada Tepuk Tangan untuk Lawan Korupsi...

Kompas.com - 17/05/2019, 15:11 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim saat berbincang dengan Kompas.com di rumah dinas gubernur, Kamis (15/5/2019). KOMPAS.COM/M LATIEFGubernur Banten Wahidin Halim saat berbincang dengan Kompas.com di rumah dinas gubernur, Kamis (15/5/2019).
Penulis Latief
|

Secara spasial, pertumbuhan itu merupakan yang tertinggi ketiga, setelah Provinsi DIY (Yogyakarta) dan DKI Jakarta. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, swasta dan investasi.

Adapun, dari sisi penawaran, pertumbuhan bersumber dari kinerja Lapangan Usaha (LU) pertanian, jasa keuangan, dan industri pengolahan.

Bank Indonesia sendiri mencatat, ekonomi Provinsi Banten tahun 2018 juga tumbuh lebih tinggi dibandingkan 2017 saat Wahidin pertama baru menjabat. Pertumbuhan itu ditopang oleh kinerja konsumsi rumah tangga, pemerintah, dan swasta yang tumbuh meningkat dari tahun 2017.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan terutama didorong oleh industri pengolahan, real estate, serta perdagangan besar dan eceran.

" Ekonomi sudah membaik, tinggal angka pengangguran yang akan tetap jadi perhatian untuk terus kami perbaiki. Kalau bicara setahun terakhir ini, tingkat pengangguran di Banten sudah menurun. Banten sudah tidak lagi menjadi jadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia," ujar Wahidin.

"Sekarang Banten jadi peringkat tiga, malah Jawa Barat malah yang paling tinggi," tambah Wahidin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten sebesar 7,58 persen pada Februari 2019. Angka tersebut menurun sekitar satu persen dibanding Agustus 2019 lalu yang mencapai 8,52 persen.

Toh, lanjut Wahidin, perubahan itu belum signifikan. Dengan APBD yang mencapai Rp 12,15 triliun, masih banyak pekerjaan perlu dia lakukan untuk mengubah citra Banten semakin positif, jauh dari kesan gelap seperti di awal dia menjabat.

"Melawan korupsi masih kami lakukan, karena memang sudah terasa kalau ada yang melakukan perlawanan, dan saya tahu betul itu. Saya kira, urusan Banten harus selesai di sini dulu. Masalah utamanya di sini, korupsi. Banyak proyek tidak selesai karena perlawanan-perlawan orang-orang yang tak suka diganggu oleh saya," ucap Wahidin. 

Terakhir, Wahidin mengatakan, sejak menjabat gubernur dirinya memang sudah menjaga jarak dengan pengusaha. Dia sudah tegaskan itu ke seluruh bawahannya. Itu salah satu caranya memotong akses korupsi.

"Saya sadar perlawanannya sangat kuat. Tapi, saya nikmati itu, karena saya punya komitmen dan keberanian. Terus lawan!" ujarnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Elivina, 9 Tahun Jadi Guru Honorer Terima Gaji Rp 200.000 per Bulan

Kisah Elivina, 9 Tahun Jadi Guru Honorer Terima Gaji Rp 200.000 per Bulan

Regional
Makam Gus Dur Masih Tertutup untuk Peziarah

Makam Gus Dur Masih Tertutup untuk Peziarah

Regional
Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Regional
Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Regional
Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Regional
KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

Regional
Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X